Realisasi Perda HIV Tunggu Perwal
Tanggal: Monday, 30 January 2012
Topik: HIV/AIDS


Harian Analisa, 28 Januari 2012

Medan - Nasib Peraturan Daerah (Perda) HIV dan AIDS Kota Medan belum jelas. Pasalnya, hingga diparipurnakan DPRD Medan akhir tahun lalu hingga kini tidak jelas dimana rimbanya. Menurut anggota Komisi B DPRD Medan, Bahrumsyah, Kamis (26/1), tugas mereka sudah selesai untuk membuat Perda HIV untuk Kota Medan. Perda inisiatif dewan itu, tinggal direalisasikan oleh eksekutif-Pemko Medan.

"Perda HIV itu sudah tidak ada masalah. Tinggal menunggu realisasi dari Pemko Medan. Saya kira, mungkin perlu dibuat Peraturan Walikota (Perwal) agar Perda tersebut bisa dilaksanakan di setiap SKPD yang ada," sebut Bahrumsyah.

Menurutnya, Perda tersebut baru saja selesai diparipurnakan. Jadi, bukan tidak jelas keberadaannya. "Saya yakin tidak lama lagi akan direalisasikan. Soalnya, kita selalu berkomunikasi dengan Pemko Medan," ucapnya.

Sekretaris Pelaksana Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Medan, Ahmad Raja Nasution mengaku, mereka masih belum menerima draft Perda tersebut. "Belum lama ini saya tanyakan statusnya, informasinya, Perda itu sedang di tangan Biro Hukum Pemko Medan. Kita tunggu saja apa hasil dari Biro Hukum tersebut," jelas Ahmad Raja.

Sedangkan Kepala DInas Kesehatan Kota Medan dr Edwin Effendi MSc mengaku, Dinkes Medan merupakan salah satu leading sektor pelaksanaan Perda tersebut. "Kita menunggu petunjuk teknis. Setelah Juknisnya ada, baru kita sinkronisasikan dengan program penanggulangan HIV dan AIDS yang ada sama kita," jelasnya.

Dia juga tidak mengetahui persis apa tugas Dinkes yang diamanatkan dalam Perda tersebut. "Yang jelas kita akan melibatkan seluruh stakeholder yang ada seperti di rumah sakit untuk memberikan pelayanan kepada orang dengan HIV dan AIDS (Odha). Bahkan, tidak hanya itu, rumah sakit juga memaksimalkan peran sosialnya, termasuk mau melayani pasien akibat bencana. Rumah sakit apapun, harus mau meningkatkan peran sosialnya," tegas Edwin.

Edwin juga mengaku belum memiliki draf Perda tersebut. Begitupun, dia optimis Perda itu nanti akan mampu mendongkrak penanggulangan HIV dan AIDS di Kota Medan. "Kita akan berupaya membuat pengembangan program yang diselaraskan dengan Perda," jelasnya.

Sementara, Eban Totonta Kaban, penggiat HIV dan AIDS dari Medan Plus Medan mengharapkan, agar Perda itu segera direalisasikan dan disosialisasikan. "Makin cepat disosialisasikan makin bagus," tegasnya.(nai)

Sumber: http://www.analisadaily.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5886