Penderita Odha Curi Helm
Tanggal: Tuesday, 31 January 2012
Topik: Narkoba


TRIBUNNEWS.COM, 30 Januari 2012

MEDAN - DN seorang penderita HIV/AIDS (ODHA) diamankan Polsek Sunggal karena mencuri helm. Saat ini DN harus meringkuk di ruang tahanan Polsek Sunggal.

Menanggapi hal tersebut Project Officer Global Fund, yang bergerak di bidang HIV/AIDS Andi Ilham Lubis, mengatakan bagi ODHA bila melakukan tindakan kriminal maka, tetap harus diproses secara hukum.

"Gak ada bedanya dengan yang lainnya dan diproses secara hukum. Sama saja dengan penyakit TBC. Kalau sakit diobati," ujar Andi terkait pengakuan DN (32) yang melakukan pencurian helm dan mengaku dirinya menderita HIV dan diamankan petugas kepolisian.

Dikatakannya, dalam hal ini sudah ada bagiannya seperti di kepolisian bagian kedokteran kesehatan yang bisa berkordinasi dengan RS Bhayangkara terutama untuk obat ARV bagi ODHA.

Tindakan kriminal yang dilakukan penderita HIV itu, Andi menilai hal itu meyangkut perilaku penderita sendiri, tanpa melihat sakit atau tidaknya.

"Dari dulu sudah ada dan berulangkali disosialisasikan mengenai perilaku bagi ODHA. Jadi yang utama itu perilaku," ujar Andi.

Penggiat HIV/AIDS dari LSM Medan Plus, Eban Totonta, juga menilai kalau hal itu jangan diistimewakan.

"Ada beberapa kasus seperti itu. Jadi, jangan karena virusnya, orang tersebut diistimewakan," jelasnya.

Mengenai perbuatan kriminal tersebut, Eban mencontohkan seperti faktor ketergantungan akibat narkoba suntik, sakit lalu kecanduan.

"Jadi untuk memenuhi kebutuhannya, lalu bertindak yang melanggar hukum," ujar Eban.

Ia menyebutkan adanya UU no 35 tentang vonis rehab pengguna narkoba. "Tapi kalau sudah kriminal, proses hukum," sebutnya.

Sedangkan bila si pelaku di dalam tahanan, Eban mengatakan kalau hal itu merupakan peran kepolisian untuk menyiapkan pelayanan bagi HIV, seperti perawatan bagi yang sakit.

Sumber: http://www.tribunnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5895