Mayoritas Penularan Lewat Jarum Suntik
Tanggal: Monday, 06 February 2012
Topik: Narkoba


KOMPAS.com, 02 Februari 2012

BENGKULU - Sebagian besar penderita HIV, positif yang memeriksakan diri di RSUD M Junus, Bengkulu, tertular penyakit itu melalui jarum suntik.

Sebagian besar dari mereka adalah pengguna narkoba yang menggunakan jarum suntik.

Hal itu disampaikan Manajer Program Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Bengkulu, Abdul Salim Ali Siregar, Kamis (2/2/2012).

Salim mengatakan, klien HIV positif yang tertular HIV melalui jarum suntik dan memeriksakan diri di RSUD M Junus, merupakan kasus penularan lama mengingat masa inkubasi virus HIV yang membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Saat ini, kata Salim, PKBI Bengkulu sedang mendampingi 36 klien HIV positif berusia 20-40 tahun, yang merupakan hasil pemeriksaan dari RSUD M Junus Bengkulu dan RSUD Curup, Kabupaten Rejang Lebong.

Pendampingan yang diberikan berupa pendampingan psikologis, medis, termasuk edukasi seputar HIV/AIDS.

Pendampingan ini sangat penting, mengingat tidak semua klien HIV positif mengerti tentang HIV/AIDS.

"Banyak juga ternyata penderita HIV positif yang tidak mengetahui apa itu HIV atau AIDS," ujar Salim.

Dari 36 klien itu, sebanyak 18 orang di antaranya tertular HIV melalui jarum suntik. Mereka ini pada umumnya pengguna narkoba.

Selain mereka, ada 8 orang klien HIV positif yang merupakan pelanggan wanita pekerja seks (WPS), 5 orang WPS, dan 2 orang waria.

Sumber: http://regional.kompas.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5921