145 Calon TKI Positif HIV
Tanggal: Monday, 06 February 2012
Topik: HIV/AIDS


Suaramerdeka.com, 03 Februari 2012

SEMARANG - Sebanyak 145 dari 105 ribu calon tenaga kerja Indonesia (TKI) positif terkena virus human immunodeficiency virus (HIV) saat menjalani tes kesehatan di sebuah laboratorium di Cilacap. Temuan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (BP3TKI) ini terjadi selama bulan April 2010-November 2011 saat melakukan seleksi penerimaan tenaga kerja.

Guna mengantisipasi, Dinas Kesehatan Jateng dan BP3TKI kini sepakat memberikan pelatihan HIV/ AIDS terhadap calon TKI sebelum resmi diberangkatkan ke luar negeri.

"Kemarin, kami telah bertemu dengan BP3TK I untuk membahas persoalan ini. Hasil pertemuan yang disepakati bersama, instruktur pelatihan TKI diminta untuk memberikan pelatihan tentang bahayanya HIV/ AIDS," kata Kepala Dinas Kesehatan Jateng dr Anung Sugihantono MKes usai mengikuti rapat dengar pendapat dengan anggota Komisi E DPRD Jateng di gedung berlian, Jumat (3/2).

Pihaknya mengaku tidak mengetahui secara persis asal TKI yang terkena HIV tersebut. Yang jelas, persoalan ini harus dipahami sebagai satu peringatan supaya bisa dicarikan penyelesaiannya. Mereka yang positif HIV ini bisa saja merupakan bekas TKI sepulang dari perantauan. Selanjutnya, mereka kembali mendaftarkan diri untuk menjadi calon tenaga kerja Indonesia lagi.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, kasus HIV/ AIDS selama 2006- 2011 mencapai 4.299. Dari jumlah itu, yang sudah meninggal dunia ada 555 orang penduduk Jateng. Data kasus HIV/ AIDS yang dihimpun Dinkes itu jauh lebih sedikit dibandingkan dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI).

Menurut Anung, lembaga lain memang memiliki cara tersendiri yang tidak bisa dipaksakan institusinya. Sebagai contohnya, institusinya tidak bisa dipaksakan masuk kerja ke diskotik.

Anggota Komisi E DRPD Jateng Endang Maria menyatakan, perlu sosialisasi HIV/ AIDS tidak hanya difokuskan kepada kaum perempuan, melainkan juga laki-laki. "Sosialisasi yang ada selama ini lebih banyak pada ibu-ibu, ini keliru. Semestinya, ini (sosialisasi-red) juga banyak dilakukan untuk bapak-bapak yang terkadang 'jajan' di luar," tandas politisi Partai Golkar tersebut. Diakuinya, kaum lelaki juga berisiko menularkan virus atau penyakit mematikan itu kepada isterinya yang tidak mengetahui apa-apa.

Kepala BP3TKI Jateng AB Rachman menuturkan, tenaga kerja Indonesia yang ditemukan positif mengidap HIV ini berjenis kelamin perempuan. Mereka ada yang sudah beberapa kali berangkat ke luar negeri menjadi TKI. Dari jumlah 145 orang, dua di antaranya sudah meninggal dunia. Satu orang berasal dari Klaten, satunya lagi asal Kebumen.

Sumber: http://suaramerdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5925