Tekan Kematian Ibu-Bayi, Serius Urus HIV/AIDS
Tanggal: Monday, 06 February 2012
Topik: HIV/AIDS


Padang Ekspres, 03 Februari 2012

Tidak hanya serius mengurus air bersih dan sanitasi, Kota Payakumbuh juga serius menekan angka kematian ibu dan bayi yang merupakan bagian dari deklarasi milenium. Turunnya angka kematian ibu dan bayi di Payakumbuh, bukan sekedar cerita belaka. Penghargaan Kota Sehat dari Menteri Kesehatan yang diraih sejak tahun 2005 sampai 2011 menjadi buktinya.

“Angka kematian bayi maupun balita per 1000 kelahiran hidup di Payakumbuh memang menurun. Begitupula dengan angka kematian ibu melahirkan per 100.000 kelahiran hidup. Dan tidak kalah penting, Payakumbuh sejak tahun 2004 sudah memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh warga,” ujar Kepala Dinas Kesehatan dr Mery Yuliesday.

Merry mengatakan, cakupan Kelurahan Universal Child Immunisation di Payakumbuh sudah 100 persen. Begitupula dengan cukupan pemberian makanan pendamping ASI pada anak usia 6-24 bulan dari keluarga miskin.

“Cakupan Balita gizi buruk mendapat perawatan sudah 100 persen. Cakupan penjaringan kesehatan siswa SD dan setingkat sudah 100 persen. Penanganan penderita penyakit AFP sudah 100 persen. Penanganan penderita TB BTA positif sudah 100 persen. Penanganan penderita DBD sudah 100 persen,” beber Merry.

Begitupula dengan penanganan penderita diare sudah 100 persen. Cakupan kunjungan ibu hamil K-4 meningkat. Cakupan komplikasi kebidanan yang ditangani meningkat. Cakupan pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan meningkat.

Cakupan pelayanan nifas membaik. Cakupan neonatus dengan komplikasi yang ditangani membaik. Cakupan kunjungan bayi membaik. Cakupan pelayanan anak Balita membaik. Cakupan peserta KB aktif membaik. Cakupan pelayanan gawat darurat level I yang harus diberikan sarana kesehatan membaik.

“Cakupan kelurahan siaga aktif meningkat. RSUD Adnan WD Payakumbuh, telah memperoleh pengakuan akreditasi 16 pelayanan kesehatan dari Menteri Kesehatan sejak Februari 2010. Semua itu, menandakan mengurus sektor kesehatan,” kata Merry.

Payakumbuh juga memiliki Komisi Penanggulangan HIV/AIDS. Para penderita HIV/AIDS tidak dikucilkan di Payakumbuh. Tapi, benar-benar mendapat perhatian. “Sosialisi tentang bahaya HIV/AIDS yang merupakan bagian dari deklarasi milenium juga gencar kita lakukan,” terang Merry Yulieday. (frv)

Sumber: http://padangekspres.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5927