Josrizal Zain-Syamsul Bahri, Beraksi Untuk Negeri
Tanggal: Monday, 06 February 2012
Topik: Narkoba


Padang Ekspres, 03 Februari 2012

September 1999, sebanyak 189 kepala negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa berkumpul di New York, Amerika Serikat. Mereka menyepakati 8 butir tujuan pembangunan tahun 2015. Kesepakatan itu dikenal dengan nama Millennium Development Goals atau MDGs. Sebagian juga menyebut dengan nama deklarasi milenium.

Sejak deklarasi milenium didengungkan, otomatis, 8 butir tujuan pembangunan mesti serius dijalankan oleh 189 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa. Delapan tujuan itu adalah memberantas kemiskinan dan kelaparan, mencapai pendidikan untuk semua dan menurunkan angka kematian anak.

Berikutnya, mendorong kesetaraan jender dan pemberdayaan perempuan, memastikan kelestarian lingkungan hidup, meningkatkan kesehatan ibu, mengembangkan kemitraan global untuk pembangunan serta memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular lainnya.

Indonesia, sebagai salah satu negara yang ikut deklarasi di New York, telah berupaya mewujudkan target-target MDGs. Namun, kemajuan yang dicapai belum merata.

”Ada beberapa target lain tidak mungkin tercapai, tanpa terobosan dan kerja keras berskala nasional,” kata Prof Dr dr Nila Djuwita Moeloek dari Kantor Urusan Khusus Presiden.

Hal ini juga dibenarkan Wakil Presiden Boediono. ”Masih ada 3 target yang ketinggalan kereta. Ketiga target itu adalah angka kematian ibu, penanggulangan HIV/AIDS, serta akses air minum dan sanitasi. Mari kita bekerja lebih keras untuk mengejar ketertinggalan itu,” ujar Pak Bud, wakil presiden yang sederhana itu.

Di tengah seruan Presiden SBY dan Wakil Presiden Boediono untuk mengejar ketertinggalan 3 target, Kota Payakumbuh di Provinsi Sumbar justu sudah lama berbuat. Akses air minum dan sanitasi yang belum tercapai di daerah, di Payakumbuh sudah lama terwujud.

Menurut Wali Kota Payakumbuh Josrizal Zain dan Wakil Wali Kota Syamsul Bahri, tahun ini saja Payakumbuh menganggarkan dana buat program sanitasi Rp13,37 miliar. Sementara tingkat nasional, anggaran buat kegiatan yang sama berada pada Rp12,1 Trilun.

Dibanding jumlah penduduk Payakumbuh yang sudah mencapai 128 ribu jiwa, berarti anggaran sanitasi buat warga Payakumbuh sudah mencatat Rp55 ribu per jiwa. Sedangkan di tingkat nasional baru mencatat Rp5 ribu dan angka WHO baru Rp47 ribu.

”Anggaran yang berpihak pada pencapaian target sasaran pembangunan milenium seperti sanitasi ini, bukan kita buat tahun 2012 saja. Sejak 6 sampai 7 tahun berturut-turut, sudah kita alokasikan bersama DPRD,” ujar Josrizal Zain.

Sedangkan di bidang air bersih, Payakumbuh menurut Syamsul Bahri, punya program zona air minum prima atau air yang bisa diminum di kran tanpa harus dimasuk. Program ini sudah menyentu 2.500 sambungan rumah pada 10 kelurahan. Sementara, total pelanggan PDAM Payakumbuh sudah mencapai 18.400 atau 93,4 persen dari penduduk.

”Target MDGs sendiri, hingga 2015 untuk pelayanan air bersih, hanya 80 persen. Kita di Payakumbuh, sudah 93,4 persen. Dua tahun mendatang, kita optimis, air PDAM siap minum sudah 100 persen. Yang jelas, kita bersyukur atas penghargaan ini,” ujar Josrizal dan Syamsul Bahri.

Josrizal yang Ketua Partai Demokrat Sumbar dan Syamsul Bahri yang Ketua Partai Demokrat Payakumbuh, menyebut kebijakan Payakumbuh di bidang sanitasi dan air bersih, dengan ungkapan berkreasi untuk negeri. Kreasi ini akan terus dilakukan, dengan keberlangsungan program jangka panjang. (frv)

Sumber: http://padangekspres.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5928