ODHA Dilarang Makan Pedas
Tanggal: Monday, 06 February 2012
Topik: Narkoba


Okezone.com, 03 Februari 2012

SELAIN wajib mengonsumsi tiga jenis obat setiap hari, orang yang mengalami HIV/AIDS (ODHA) harus mengikuti aturan dokter, termasuk pantangan makan.

Begitu berdasarkan testimoni salah satu ODHA asuhan aktivis AIDS, Baby Jim Aditya. Adalah Mirza Revilia (33), ibu satu anak yang sudah melalui 10 tahun hidupnya menjadi ODHA. Memerhatikan apa yang dikonsumsi, dapat membuat ODHA menjalani hidupnya lebih baik.

“Jadi, ODHA banyak pantangan makan. Selain tidak boleh makan di pinggir jalan seperti pecel lele, tidak boleh terlalu pedas dan harus benar-benar matang,” kata Mirza yang ditemui di Candi Prambanan, Hotel Sahid Jaya, Jakarta, belum lama ini.

Dari pengalaman Mirza, sayur-mayur lalapan tidak matang yang umum disediakan penjaja pecel lele dapat menularkan bakteri berbahaya pemicu diare.

“Seperti terakhir saya makan bakso pakai sambal terlalu banyak, langsung selama 2 hari tidak bisa bangun. Diare pun terjadi setiap menit dan terasa menyiksa. Begitu juga dialami teman saya yang makan sate kambing kurang matang,” sahut wanita berjilbab ini.

Dijelaskan Mirza, obat diare yang diperuntukkan bagi orang tanpa HIV/AIDS tidak akan mempan untuk ODHA.

“Begitu diare, ODHA perlu obat khusus di mana satu butirnya mencapai Rp8 ribu. Kasus bakso terlalu pedas kemarin saja saya harus keluar Rp950 ribu hanya untuk obati diare,” tutupnya. (tty)

Sumber: http://health.okezone.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5929