Melanie Subono: Mulut Pejabat Sini Kudu Disaring
Tanggal: Monday, 06 February 2012
Topik: Narkoba


Kapanlagi.com, 04 Februari 2012

Selain sebagai seorang musisi, Melanie Subono juga menulis sebuah buku, CERITA SEGELAS KOPI yang sempat dibedah di Gramedia, Malang Town Square, Malang, pada hari Jumat (3/2) kemarin. Dalam bukunya itu, pada halaman 160, tertulis 'Saringan Mulut Pejabat'. Untuk hal ini, pada kesempatan bedah bukunya itu, Melanie memberi penjelasan secara gamblang.

"Karena hampir semua pejabat di sini kagak ada saringannya mulutnya. Eee.. alasan gue, gue ga akan pernah nyerang orang dari segi politik, segi hukum atau dari segi apapun, karena gue orang yang punya hati, punya kuping, punya otak, punya mata dan punya perasaan. Alangkah tidak enaknya kalau mulut lu ngomongnya seperti itu," ujar Melanie mengungkapkan kegelisahannya pada beberapa sosok publik figur yang kerap berbicara sembarangan.

Melanie memang tidak pernah peduli masalah politik ataupun hukum, tapi dia peduli masalah hati dan perasaan. Menurutnya, setiap orang berbicara harus dipikir terlebih dahulu, tentang apa, dan kepada siapa mereka berbicara. Selain itu juga orang tersebut harus tau siapa dirinya sendiri, jika dia seorang pejabat, maka besar kemungkinan kalau kata-katanya akan disorot media dan menimbulkan kontroversi atau sakit hati.

"Pada saat gue bikin surat terbuka buat Tifatul Sembiring, yang kayaknya satu negara pada kaget gitu. Gue ga peduli dia mau ngapain terserah, dia mau ngelanggar hukum, dia mau korup terserah. Tapi gue tidak suka pada saat dia ngomong, 'Elo kena AIDS karena anu lu dipake sembarangan'. Untuk Seorang menteri, Menkominfo pula, otaknya isinya apa coba? Kalau lu bukan orang yang disorot media, ga apa apa," imbuh Melanie.

Tak hanya Tifatul Sembiring yang menjadi sorotan Melanie. Seorang pejabat lain juga sempat mengecewakan Melanie lewat kata-katanya yang sempat menjadi sorotan media.

"Waktu itu juga ada Gubernur Jakarta. Dia pernah bilang 'Elu sih diperkosa di angkot gara-gara lu pake rok mini'. Kita semua punya pikiran itu di otak kita, pasti! Tapi pasti kita ga bakal ngeluarin. Kalaupun kita ngeluarin ga bakal disorot sama tivi. Sekolah kan bos? Makanya mulut agak disaring sedikit. Menurut gue banyak pejabat kita yang ga punya etika bicara. Tidak menjadikan orang lebih pinter, tidak mendidik," pungkas Melanie.

Harapannya, dengan ungkapan-ungkapan seperti ini, para pejabat dan publik figur lain bisa lebih menjaga bicara mereka. Di depan media, apa saja bisa menjadi masalah yang besar jika sedikit saja kita salah bicara. (kpl/adb/dew)

Sumber: http://www.kapanlagi.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5935