Kalbar Dibantu 25 Dokter Muda
Tanggal: Monday, 06 February 2012
Topik: Narkoba


Harian Equator, 04 Februari 2012

Pontianak – Kalbar kedatangan 25 dokter muda berasal dari Fakultas Kedokteran Untan Pontianak dan dari Universitas Indonesia (UI) yang akan melaksanakan program intensif.

“Para dokter muda tersebut rencananya akan melaksanakan magang di Kota Singkawang selama setahun,” kata dr Andy Jap, Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, kemarin.

Kalbar menjadi salah satu daerah tujuan program intensif magang profesi dokter. Bahkan telah diluncurkan Kementerian Kesehatan pada Desember tahun lalu. Sebanyak 25 dokter yang terdiri dari empat dokter lulusan Untan Pontianak dan 21 lainnya lulusan Fakultas Universitas Indonesia,” ungkap Andy kepada wartawan.

Dijelaskan Andy Jap, program intensif ini terbagi dalam dua tahapan, yakni delapan bulan di rumah sakit umum daerah dan empat bulan akan berada di puskesmas. Program yang bertujuan untuk mengenalkan para dokter muda dengan kondisi di daerah seluruh Indonesia ini juga memiliki tujuan bagi dokter lulusan Untan. Tujuannya agar lebih mengenal karakteristik segala bentuk penyakit yang sering diderita masyarakat di Kalbar. “Kegiatannya sendiri akan dibuka pada tanggal 8 Februari mendatang,” ujar mantan Dirut RS Sanggau ini.

Lebih lanjut Andy Jap mengungkapkan dipilihnya lokasi rumah sakit di Singkawang untuk menjadi tempat magang. Karena sesuai dengan tipe dan standardisasi yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan. Sehingga Dinas Kesehatan Kalbar tidak bisa mengirim para dokter muda tersebut ke daerah perbatasan.

“Padahal selama ini diketahui banyak sekali puskesmas di daerah perbatasan yang minim tenaga dokter. Untuk itu Dinas Kesehatan Kalbar menugaskan 33 dokter pegawai tidak tetap (PTT) di 11 kabupaten,” jelasnya.

Keberadaan 33 dokter PTT tersebut diharapkan dapat mendorong perbaikan kualitas kesejahteraan masyarakat menuju MDGs di daerah terpencil. Menurut Andy Jap, di Kalbar sendiri baru tersedia sekitar 523 dokter umum yang mencakup wilayah kerja. Namun masih dinilai belum ideal.

“Dengan bantuan 33 dokter umum PTT yang ditugaskan di 11 kabupaten, diharapkan memenuhi kekurangan tenaga kesehatan di Kalbar. Terkecuali Kota Pontianak, Singkawang dan Sanggau, “kata Andy Jap.

Dijelaskannya, meskipun jangka waktu penugasan hanya setahun, namun ke 33 dokter tersebut harus memegang beberapa hal prinsip, ketika menjalankan tugasnya sebagai pelayan masyarakat. Pertama, beradaptasi dengan lingkungan dan budaya setempat. Melayani masyarakat dengan sebaik mungkin, serta melakukan koordinasi dan konsolidasi dengan pihak-pihak yang berkompeten.

Ke 33 dokter PTT yang telah diberangkatkan ke daerah tugas masing-masing itu harus menyadari, beban tugas yang diberikan mendukung perbaikan kualitas kesehatan masyarakat menuju MDGs. Tugas para dokter muda ini, menekan angka kasus gizi buruk, meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta menekan angka kasus AIDS, tuberculosis, dan malaria. (dna)

Sumber: http://www.equator-news.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5936