Perilaku Heteroseksual Sumbang 55 Persen Infeksi Baru HIV
Tanggal: Monday, 06 February 2012
Topik: HIV/AIDS


TRIBUNNEWS.COM, 05 Februari 2012

JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Dapil Kepri dari FPKS Herlini Amran meminta pemerintah, khususnya Kementrian Kesehatan segera memperbaiki kinerja soal tindakan memerangi penyakit HIV. Penularan HIV/AIDS semakin meningkat dari tahun ke tahun melalui hubungan heteroseksual.

Pada tahun 2011 kasus infeksi baru HIV/AIDS melalui hubungan heteroseksual meningkat 5 persen dibanding tahun 2009. Kecenderungan tingkat penularan HIV?AIDS masih tinggi terjadi pada kelompok homoseksual.

Herlini meminta Kemenkes untuk meningkatkan sosialisasi khusus komunitas berisiko/rentan yang belum sepenuhnya terprogram secara menyeluruh dan berkesinambungan.

"Dengan menurunkan prioritas kegiatan promotif memerangi HIV/AIDS yang masih belum terlaksanakan secara maksimal untuk menurunkan laju prevalensi HIV/AID," katanya seperti tertuang dalam rilis yang diterima Tribunnews.com.

Herlini menyarankan Kemenkes bekerja sama dengan Kemenag dan kemendikbud dalam rangka meningkatkan sosialisasi khusus untuk komunitas beresiko dalam upaya preventif.

“Ke depan pemerintah harus lebih masif menyajikan hasil surveilan infeksi HIV/AIDS pada kelompok beresiko seperti pekerja seks komersial dan konsumennya, serta pelaku seks bebas agar semakin meningkat kesadaran masyarakat terhadap ancaman infeksi HIV/AIDS melalui transmisi heteroseksual berisiko. Pemerintah perlu mengantisipasi pengaruh kampanye global kaum homoseksual untuk menekan penularan HIV/AIDS di kalangan mereka,” kata Herlini.

Selain itu Herlini menuntut janji Menkes meningkatkan akses terhadap antiretrovial (ARV) bagi para ODHA yang 100% akan didanai APBN mulai 2012.

"Jangan sampai ada laporan kekurangan stok ARV di sejumlah RS rujukan, apalagi ditemukan ARV kadarluarsa. Karena ini menyangkut kewajiban negara membantu para ODHA untuk survive dan beraktivitas secara produktif ", tegas Herlini.

Berdasarkan hasil survei perubahan perilaku yang dirilis Kemenkes, Jumlah kumulatif kasus AIDS pada 2011 meningkat 40 ribu dibandingkan tahun 2009 (60 ribu berbanding 20 ribu). Sebanyak 55 persen dari keseluruhan infeksi baru HIV dan kasus AIDS disebabkan oleh hubungan seks heteroseksual, atau naik dua persen dibandingkan lima tahun lalu.

Kasus transmisi seksual (termasuk heteroseksual dan lelaki dengan lelaki) mencapai angka tertinggi 57,7 persen menambah jumlah kasus HIV/AIDS di Indonesia, disusul pengguna narkoba suntik 3,62 persen.

Sumber: http://www.tribunnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5937