Lokalisasi Kilometer 17 di Balikpapan Ditutup Tahun Depan
Tanggal: Monday, 06 February 2012
Topik: Narkoba


Media Indonesia, 06 Februari 2012

BALIKPAPAN: Pemerintah Kota Balikpapan akan menutup lokasi prostitusi Lembah Harapan Baru (LHB) Kilometer 17 di Karang Joang, Balikpapan Utara, pada 2013 mendatang. Tingginya kasus HIV/AIDS di kota ini yang mencapai 489 kasus menjadi alasan penutupan itu. Pada 2011 lalu, ada 90 kasus baru HIV/AIDS.

Wali kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan penutupan akan segera dilakukan mengingat sudah ada kesepakatan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memulangkan penghuni lokalisasi Kilomter 17 dan diharapkan bisa menekan angka kasus HIV/AIDS yang tiap tahun mengalami kenaikan.

Pada 2012 ini, pemkot telah menyiapkan anggaran senilai Rp1,6 miliar. Anggaran itu akan digunakan untuk pemberian uang saku kepada setiap PSK senilai Rp2,5 juta per orang. Selain itu, anggaran itu juga akan digunakan untuk menanggung uang makan bagi PSK pascadicabutnya SK wali kota.

"SK ini mulai dicabut awal 2013 nanti setelah rencana tersebut disosialisasikan tahun ini. Sehingga paling lambat 2013 mendatang sudah ditutup, Pemprov Jatim sudah bersedia membantu pemulangan para PSK," ujarnya, Minggu (5/2)

Saat ini, pemkot tengah mempersiapkan langkah-langkah penutupan dan pasca penutupan lokalisasi 17 tersebut seperti memberikan pembinaan, pemeriksaan kesehatan, spiritual, hingga pelatihan keahlian, sehingga mereka tidak lagi menjalani kegiatan ini.

Dari hasil pendataan terhadap seluruh PSK di awal Januari lalu di lokalisasi itu, diketahui jumlahnya sebanyak 381 yang sebagian besar berasal dari luar Balikpapan, seperti Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Sedangkan, penduduk asli hanya delapan orang saja.

"Kami tidak ingin tergesa-gesa dalam proses penutupan lokalisasi, Ini perlu proses panjang. Jadi sebelum benar-benar mereka (PSK) dipulangkan ke daerah asalnya, kita mantapkan dulu, mulai pembinaan, pemeriksaan kesehatan, spiritual hingga dibekali keahlian. Agar mereka tak lagi terjerumus seperi itu setelah tiba di daerah asal," ujarnya.

Rencananya, kawasan lokalisasi itu dijadikan pusat pelatihan keterampilan masyarakat menengah ke bawah, seperti, seperti bengkel, salon, dan menjahit. Hal ini disesuaikan dengan kondisi bangunan yang ada, sehingga tidak diperlukan biaya yang besar untuk membangun kembali. (SY/OL-10)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5939