Dinkes Tasik Periksa Imigran Gelap
Tanggal: Wednesday, 08 February 2012
Topik: Narkoba


PRLM, 07 Februari 2012

TASIKMALAYA - Khawatir akan penularan penyakit yang dibawa imigran, Dinas Kesehatan Kab. Tasikmalaya telah memeriksa kondisi 96 imigran gelap yang akan diseludupkan melalui Cipatujah. Hasilnya, para imigran tersebut tidak membawa penyakit menular apapun. Kebanyakan dari mereka mengalami hipothermia (kedinginan) dan mag.

Demikian diungkapkan Kepada Bidang Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kab. Tasikmalaya, Dadan Ramdani, Selasa (7/2). Menurut dia, keberadaan imigran gelap selama di Kab. Tasikmalaya menjadi pantauan Dinas Kesehatan.

"Kesehatan mereka di sini menjadi tanggung jawab Dinas Kesehatan. Terutama kami harus mewaspadai adanya penyakit yang dibawa mereka yang dikhawatirkan menular bagi warga setempat,"katanya.

Menurut dia, pada umumnya kondisi para imigran tersebut sehat. Dan setiap harinya terus dipantau kondisi mereka.

Sementara itu, pada awal tahun ini pihak P2P menemukan dua kasus baru penyakit HIV/AIDS. Dengan demikian jumlah total pengidap penyakit tersebut menjadi 76 kasus.

Dadan mengatakan, dua kasus AIDS tersebut menjangkiti seorang ibu rumah tangga dan anaknya. Hal itu, kemungkinan tertular dari suaminya.

Dadan menuturkan, penularan AIDS tertinggi melalui pengguna narkoba dengan jarum suntik secara bergantian. Dan lewat hubungan sex.

Ia mengharapkan masyarakat yang beresiko tertular virus tersebut agar segera mendatangi konseling yang ada di puskesmas terdekat. Hal itu dilakukan agar mereka mengetahui cara perawatannya dan segera ditanggulangi.

Menurut dia, saat ini kesadaran masyarakat yang merasa beresiko tertular penyakit AIDS untuk berkonsultasi meningkat. Hal itu seiring dengan banyaknya konseling di puskesmas-puskesmas yang ada di Kab. Tasikmalaya terutama di daerah paling banyak ditemukan kasus. Adapun wilayah paling banyak ditemukan kasus AIDS adalah Kec. Singaparna, Manonjaya dan Rajapolah.

Ia menambahkan, selain itu, pihaknya terus memberikan pemahaman tentang AIDS kepada para perawat di Kab. Tasikmalaya dalam hal perawatan untuk penderita AIDS. Diharapkan, tidak terjadi diskriminasi dalam segi perawatan. Apabila semua perawat tahu mengenai AIDS, maka mereka bisa memberikan perawatan dengan baik. (A-183/A-26).***

Sumber: http://www.pikiran-rakyat.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5947