Mengapa Seks Bebas Menggila ?
Tanggal: Monday, 13 February 2012
Topik: Narkoba


suarasurabaya.net, 11 Februari 2012

Seks bebas makin menggila di Jawa Timur. Hasil survei menunjukkan 50 persen remaja di kota besar melakukan seks sebelum menikah.

Data BKKBN 2010 misalnya menyebutkan bahwa 50 persen remaja di Jabodetabek sudah melakukan seks pranikah. Sementara di Surabaya, seks bebas dilakukan oleh 54 persen remaja. Sedangkan Medan dan Bandung masing-masing 52 persen remaja dan 47 persen remaja melakukan seks bebas. Fakta yang lain adanya jumlah pelaku aborsi yang mencapai 800 ribu remaja dengan 2,4 juta jiwa korban.

Tidak cukup disitu. Peningkatan seks bebas ternyata juga berbanding lurus dengan penderita HIV/AIDS. Kementerian Kesehatan selama 2010 mencatat AIDS ada 21.770 kasus dan 47.157 penderita HIV positif. Penderita dengan usia 20-29 tahun mendominasi sebanyak 48,1 persen dan 30,9 persen lainnya berusia 30-39 tahun.

Mengapa seks bebas menggila? Atikah Hamim Anggota DPD Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (MHTI) Jawa Timur mengatakan lemahnya dukungan undang-undang dan perlindungan hukum di negeri ini sangat berpengaruh.

"Legalisasi UU pornografi, sistem pendidikan sekuler membuat seks bebas merajalela," kata Atikah dalam Diskusi Terbatas Seks Bebas Merebak, Di Mana Peran Keluarga, Masyarakat dan Negara?, Sabtu (11/2/2012).

Kondisi itu juga diperburuk dengan komitmen internasional melalui International Conference Population and Development (ICPD), The 6th Asia Pacifics Conference on Reproductive and Sexual Health and Rights dan Millenium Development Goal (MDG's).

Komitmen-komitmen itu bertujuan untuk mengakomodir hak-hak remaja. Banyaknya kehamilan tidak diinginkan dan aborsi lebih dipandang karena tidak terakomodasinya hak-hak remaja. Karena itu seks bebas dianggap sebagai satu diantara hak remaja yang harus dipenuhi.(git)

Sumber: http://kelanakota.suarasurabaya.net




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5970