Seniman Tato di Bali Diimbau Buat Perkumpulan
Tanggal: Tuesday, 14 February 2012
Topik: Narkoba


Media Indonesia, 13 Februari 2012

DENPASAR: Dinas Kesehatan Provinsi Bali mengharapkan para pekerja artistik tato di Pulau Dewata membentuk perkumpulan sehingga akan memudahkan koordinasi dengan instansi terkait.

"Kami harapkan para pekerja artistik tato tubuh untuk membuat perkumpulan, seperti daerah lain di DKI Jakarta dan Yogyakarta," kata Kepala Dinas Kesehatan Bali Nyoman Sutedja seusai menghadiri

Pertemuan Regional Manajemen SDM Kesehatan wilayah Asia Tenggara, Senin (13/2).

Langkah tersebut dilakukan guna mengantisipasi dan mencegah pandangan negatif dari pekerjaan mentato tubuh. "Upaya itu dilakukan setelah mendapat pengaduan dari seorang wisatawan Australia yang mengkalim tertular HIV/AIDS setelah mentato tubuhnya di Bali beberapa waktu lalu," katanya.

"Ke depannya bagi pekerja tato jika sudah membuat wadah perkumpulan akan memudahkan melakukan koordinasi dalam upaya mengurus izin untuk praktek membuka usaha tersebut," ucapnya.

Dengan ada izin dari instansi terkait untuk buka praktik usaha tersebut, orang yang akan ditato harus ada rekomendasi tentang kesehatannya dari dokter.

"Ini juga menghindari agar usaha tersebut tetap eksis. Sebab jika tidak melakukan langkah itu bisa saja orang tersebut mengklaim dirinya kena HIV setelah melakukan tato," kata Sutedja. (OL/OL-04)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=5982