Peringatan Hari Kasih Sayang: Kasus Lindy Jangan Terulang
Tanggal: Wednesday, 15 February 2012
Topik: Narkoba


TRIBUNNEWS.COM, 15 Februari 2012

MANADO - Sulut Woman Community bekerja sama dengan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BP3A) Sulawesi Utara, melakukan kampanye antikekerasan terhadap perempuan dan anak di peringatan Valentine's Day, Selasa (14/2).

Rangkaian kegiatan peringatan Hari Kasih Sayang dimulai sekitar pukul 15.00 - 18.00 Wita diselenggarakan di Manado Town Square (Mantos). Berbagai kegiatan tersebut mulai dari kampanye antikekerasan, pemutaran video kilasan kehidupan perempuan dan anak, pameran dan lelang foto, pembacaan petisi, pelepasan burung merpati, penandatanganan hingga pembagian bunga mawar dan stiker kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Dra Mintje Palapa, Kepala BP3A Sulut mengaku puas dengan rangkaian kegiatan yang berlangsung lancar.Mintje menyatakan kegiatan seperti ini, nantinya akan menjadi program tahunan.

"Kami kampanye antikekerasan perempuan dan anak, contohnya kasus di Minsel, kasus Lindy (Lindy Melissa Pandoh, PNS Minsel yang tewas dibunuh dan diperkosa) jangan terulang lagi," ujarnya.

Menurut wanita yang dikenal aktif memperjuangkan hak-hak wanita dan anak ini, rangkaian kegiatan bertujuan untuk menggerakkan kesadaran bersama bagaimana melawan kekerasan perempuan dan anak. Ia menilai selama ini masih banyak kekerasan yang dialami perempuan dan anak.

Sasaran kegiatan untuk paling banyak siswa usia 18 tahun ke bawah yang biasanya menjadi sasaran kejahatan. "Mereka ini itu rentan menjadi korban seperti narkoba yang bisa mengarah ke HIV/Aids akibat pergaulan bebas hingga korban trafficking," imbuhnya.

Ia mengakui kesuksesan acara karena kerja keras panitia yang sebagian besar dari LSM tergabung dalam Sulut Woman Community yang mengundang beberapa nara sumber dengan bahan materi menggugah kesadaran masyarakat. Acara ini juga didukung Tribun Manado.

Kegiatan ini diikuti 600 hingga 700 orang. Beberapa orangtua siswa, guru dan tokoh agama yang hadir juga diharapkan bisa makin memahami dan aktif berperan serta untuk mengantisipasi tindak kekerasan.

"Peserta ada anak-anak, ada juga orangtua anak-anak. Sasaran utama juga guru- guru, tokoh atau aktivis organisasi perempuan dan yang terpenting tokoh-tokoh agama. Para tokoh agama punya peranan penting karena di mana saja kotbah bisa menyisipkan materi antikekerasan terhadap perempuan dan anak," kata Mintje.

Mewakili Pemerintah Provinsi Sulut, Wagub Djouhari Kansil memberikan sambutan sekaligus kampanye, sedangkan petisi dibacakan oleh Ketua DPRD Sulut, Meiva Salindeho. (rob)

Sumber: http://www.tribunnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6000