Natuna tidak bisa dijadikan lokalisasi
Tanggal: Friday, 17 February 2012
Topik: Narkoba


ANTARA News, 16 Februari 2012

Natuna - Wakil Ketua Komisi II, DPRD Natuna, Raja Marzuni, tegas menyatakan Natuna tidak bisa dibuka atau dijadikan lokalisasi untuk mengantisipasi menyebarnya penyakit masyarakat, terkait maraknya kasus HIV/AIDS di daerah berbatasan itu.

"Natuna tidak bisa di buka lokalisasi, karena hal tersebut sama saja dengan membuka celah penghancuran generasi berikutnya." tanggap Marzuni, Kamis.

Seperti diketahui, secara beruntun kasus HIV/AIDS ditemui secara tidak sengaja oleh pihak terkait, yakni 18 kasus melalui pemeriksaan rutin Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Natuna terhadap pasien yang berobat ke RSUD tersebut. Kemudian, kasus lain ditemui melalui sejumlah kantong donor darah yang terinfeksi HIV/AIDS yang dilakukan Dinas Kesehatan Natuna sebanyak 13 kantong dan PMI yang belum diketahui jumlahnya.

Salah satu solusi yang harus dilakukan, menurut Marzuni memberlakukan perda tentang pekat yang sudah lama diatur.

Dia mengatakan, jika pemerintah tidak tegas menangani, salah satunya menangani tempat-tempat hiburan karena kemungkinan virus tersebut dari tempat-tempat seperti itu.

"Selain itu, kewaspadaan bagi penduduk lokal perlu ditingkatkan, apalagi kasus darah dari donor darah, itu orang yang mendonor harus didata, kalau perlu dicari agar tidak merebak," jelasnya.

Dalam hal ini, lanjutnya perlu sinergi pihak-pihak terkait untuk serius menangani kondisi yang menimpa Natuna jika tidak ingin nantinya masyarakat menjadi tidak peduli.

Geografis Natuna sebagai kawasan perbatasan yang dikelilingi oleh lalu lintas pelayaran di Laut Cina Selatan membuat Natuna berpotensi sebagai tempat berlabuh bagi kapal-kapal asing.

Disingalir keberadaan kapal-kapal asing ini turut memiliki andil penyebaran penyakit mematikan ini.





[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6018