Pengidap HIV Bertambah 200 per Bulan
Tanggal: Monday, 20 February 2012
Topik: HIV/AIDS


FAJAR, 17 Februari 2012

MAKASSAR -- Angka penderita HIV/AIDS di Sulsel di Sulsel terus meningkat. Menurut data Biro Narkotika Psikotropika Zat Adiktif dan HIV/AIDS Sulsel, setiap bulan, terjadi penambahan penderita hingga 200 orang.

Jika berdasar laporan yang diterima Biro Napza dan HIV/AIDS dari Dinas Kesehatan, maka saat ini jumlah pengidap di Sulsel sudah melebihi angka 5.000 orang bahkan mendekati angka 6.000. Itu karena hingga September 2011 lalu, angka pengidap HIV di Sulsel sudah mencapai 4.908 orang. Artinya, dengan asumsi pertambahan pengidap mencapai 200 orang per bulan, maka terjadi kenaikan 1.000 orang.

"Kita belum ada laporan lagi. Tapi melihat kenaikannya yang 200 per bulan, berarti sudah bisa diprediksi di atas 5.000 kalau bicara akhir 2011. Jadi perkembangannya sangat pesat," kata Kepala Biro Napza dan HIV/AIDS Sulsel, Sri Endang Sukarsih, Kamis, 16 Februari.

Dengan adanya perkembangan angka pengidap HIV/AIDS yang begitu mengkhawatirkan, pihak Biro Napza dan HIV/AIDS Sulsel terus mengupayakan berbagai cara penanggulangan. Salah satunya launching rumah berbagi yang dikenala dengan nama Ballatta di Jl Toddopuli, Kamis, siang kemarin.

"Di sini kawan-kawan korban bisa menempati rumah ini. Pemerintah memfasilitasi untuk pelayanan informasi, komunikasi dan edukasi," kata Sri.

Selain Ballata, pemerintah kata Sri juga berusaha membantu penderita HIV/AIDS dengan bantuan usaha. "Kita juga melakukan pendataan berprespektif gender sebab kita lihat ada bias gender dalam persoalan ini terutama kalau di lihat aspek peluang. Ternyata memang perempuan dan laki-laki berbeda. Makanya di 2011 dan 2012 kita lakukan pendataan berbasis komunitas yang berperspektif gender. Kita mau mendapatkan data terpilah," katanya.

Pemerintah kata Sri juga tengah mempersiapkan peraturan gubernur (pergub) untuk penjabaran Peraturan Daerah (Perda) nomor 4 tahun 2010 tentang Penanggulangan HIV/AIDS.

"Kegiatan lain kami, bagaimana memfasilitas korban agar masalah yang dialami terminimalisir," katanya.

Untuk pencegahan, menurut Sri, pihaknya juga akan memperbanyak kampanye. "Kita mau iklan layanan publik. Lalu membangun kemitraan dengan semua pihak. Kita juga mau menguatkan kelembagaan sampai di tingkat kabupaten dan kota agar ada lembaga jelas yang melakukan apa, atau siapa berperan apa. Ini agar bisa melancarkan pelaporan," kata Sri.

Ke depan, Sri juga berharap data soal HIV/AIDS bisa lebih baik. Makanya mereka akan membangun data base dan melakukan pengembangan website.

"Kita mau memperkuat data. Apalagi sekarang era keterbukaan informasi. Kita juga akan melakukan pelatihan untuk jurnalis yang empati. Itu bagian dari kampanye yang kita lakukan untuk melawan HIV/AIDS. Prinsip kami, upaya harus massif dan progressif untuk melawan HIV/AIDS," kunci Sri. (amr)

Sumber: http://www.fajar.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6021