Jamsostek Berikan Program Tambahan
Tanggal: Monday, 20 February 2012
Topik: Narkoba


Padang Ekspres, 17 Februari 2012

Bukittinggi — Dalam melindungi pesertanya, pihak Jamsostek terus berinovasi. Bahkan kini memberikan manfaat tambahan kepada para peserta, terutama terhadap perusahaan dan tenaga kerja yang dinilai memenuhi syarat umum dan khusus, diantaranya telah melaksanakan her-registrasi.

Berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT. Jamsostek (Persero) Nomor : KEP/310/102011 dan mulai berlaku efektif 1 Desember 2012 itu, setidaknya terdapat empat program tambahan. Pertama, pemberian pelatihan (K3) bagi tenaga kerja dan perusahaan. Kedua, pemberian bantuan uang pemakaman untuk keluarga yang meninggal dunia.

Ketiga, pemberian bantuan pemeriksaan kesehatan atau medical check up (MCU) bagi tenaga kerja berusia di atas 40 tahun, dan keempat, pemberikan bantuan bagi tenaga kerja dan keluarga yang membutuhkan tindakan cuci darah (hemodialisa), operasi jantung, pengobatan kanker dan pengobatan HIV/AIDS, yang sebelumnya tidak ada.

Cuma saja, menurut Wakil Kakanwil I PT Jamsostek (Persero), Aceh, Sumut dan Sumbar, Bandjar Aseli, DS, program manfaat tambahan PT Jamsostek (Persero) dengan persyaratan umum dan khusus tersebut, belum semua perusahaan yang mengikutinya. Karena masih ada perusahaan yang belum memenuhi syarat dan ketentuan.

“Sejauh ini, masih ada perusahaan yang belum melaporkan secara lengkap nilai upah karyawannya. Bahkan masih ada perusahaan yang menggaji karyawannya di bawah Upah Minimum Provinsi (UMR). Padahal dengan program tambahan ini, anak dan istri juga dapat, sebelumnya tidak demikian,” kata Bandjar Aseli, di Bukittinggi, Kamis (16/2).

Bandjar Aseli yang didampingi Kacab PT Jamsostek Sumbar, Alif Fauzi dan Kacab PT. Jamsostek Bukittinggi, Aland Lucy Patitty, mengatakan, beberapa program yang diberikan PT Jamsostek, terutama dengan program tambahan ini, bertujuan untuk lebih melindungi segenap karyawan dan keluarganya, yang sebelumnya hanya untuk peserta saja.

“Selama ini, ada di antara karyawan yang keberatan dan beranggapan bahwa setiap bulan penghasilannya dipotong untuk Jamsostek. Padahal, mereka dipaksa menabung untuk peserta sendiri. Karena kita harus mengedepankan manfaat dan jangan dianggap sebagai beban. Diharapkajn dengan adanya program tambahan ini, peserta kian terbantu,”harapnya.

Berdasarkan program tambahan PT. Jamsostek, pemberian bantuan bagi tenaga dan keluarganya yang membutuhkan tindakan hemodialisa (cuci darah), operasi jantung, pengobatan kanker dan pengobatan HIV/AIDS, dengan besar bantuan maksimal Rp600 ribu per kasus kunjungan (maksimal tiga kali per minggu) untuk tindakan cuci darah (hemodialisa).

Diberikan maksimal Rp80 juta pertahun kalender untuk operasi jantung. Sementara untuk pengobatan kanker diberikan maksimal Rp25 juta per tahun kalender, dan maksimal Rp10 juta per tahun kalender untuk pengobatan HIV/AIDS. Bahkan, apabila ada di antara tenaga kerja peserta PT. Jamsostek yang meninggal dunia, juga dibantu uang pemakaman Rp2 juta. (rul)

Sumber: http://padangekspres.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6022