Pemkot Salatiga Diminta Perjelas Status Kompleks Sarirejo
Tanggal: Wednesday, 22 February 2012
Topik: Narkoba


Suaramerdeka.com, 21 Februari 2012

SALATIGA - Pemerintah Kota Salatiga diminta segera mengambil kebijakan jelas terkait status kompleks Sarirejo. Bila hendak dijadikan sebagai wisata karaoke, maka selekasnya harus diresmikan. Demikian juga bila ingin dijadikan sebagai lokalisasi.

Alfred Lehulliana dari lembaga swadaya Tegar Graha Mitra menilai selama ini status komplek Sarirejo seperti samar-samar. Penyebutan sebagai lokasi wisata karaoke selama ini menurutnya belum ditindaklanjuti dengan keputusan resmi. Di lain sisi, faktanya banyak diantara pemandu karaoke di sana, bukan hanya memandu pengunjung bernyanyi, tapi juga melakukan transaksi seksual.

"Kalau resmi dijadikan wisata karaoke, maka bila ada yang bertransaksi seksual di dalam harus ditindak. Namun kalau sekalian diresmikan sebagai lokalisasi, maka harus ada aturan main yang jelas. Status ini ada mempunyai implikasi lanjutan," ujar Alfred, Senin (21/2).

Beberapa waktu terakhir ini, komplek Sarirejo menjadi perhatian. Terutama menyangkut potensi penyebaran HIV/AIDS, karena para pemandu karaoke tidak diizinkan tinggal di dalam komplek, sehingga indekos di rumah warga.

Terkait dengan itu, hari ini Satuan Polisi Pamong Praja bertemu dengan 58 pemilik kafe di Sarirejo, Ketua RT dan RW di Sarirejo, Camat Sidorejo, LSM Tegar Graha Mitra, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), dan pihak lainnya. Dalam pertemuan itu dicapai kata sepakat guna mengantisipasi penyebaran HIV/AIDS.

Kepala Satpol PP Kota Salatiga Kusumo Aji menuturkan, dalam waktu sepekan ini pihaknya meminta para pemilik kafe, mendata para pemandu yang bernaung di tempat mereka masing-masing. Selanjutnya mereka diminta untuk dapat menghadirkan para anak semangnya itu, dalam setiap pemeriksaan kesehatan.

Sumber: http://www.suaramerdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6056