Sunat Belum Sembuh, Pria Afrika Sudah Kebelet Bercinta
Tanggal: Wednesday, 22 February 2012
Topik: Narkoba


DetikHealth, 21 Februari 2012

Jakarta
, Beberapa negara Afrika sangat menganjurkan sunat, dalam upaya menekan infeksi Human Imunnodeficiency Virus (HIV). Namun keberhasilannya diragukan, sebab 24 persen di antaranya sudah kebelet berhubungan seks lagi sebelum lukanya sembuh.

Berhubungan seks dengan kondisi masih ada luka di kemaluan dikhawatirkan justru meningkatkan risiko penularan. Apalagi sebagian besar di antaranya tidak menggunakan kondom sebagai pelindung, bahkan ada yang melakukannya tidak dengan pasangan tetap.

Menurut survei terbaru yang dipublikasikan di jurnal AIDS, ada 24 persen laki-laki Afrika khususnya di Zambia yang sudah berhubungan seks usai disunat sebelum lukanya benar-benar sembuh. Bila angkanya mencapai 30 persen, diperkirakan tingkat penularan HIV justru akan meningkat.

Pejabat kesehatan Zambia mengatakan, masa pemulihan usai disunat rata-rata adalah 6 bulan. Menurut survei, 24 persen pria yang baru disunat sudah berhubungan seks sebelum masa pemulihan berakhir bahkan 46 persen sudah berhubungan seks dalam 3 bulan sesudah disunat.

Dari sekian banyak laki-laki yang tidak sabar menunggu bekas sunatnya sembuh untuk bercinta, sebanyak 81 persen mengaku tidak menggunakan kondom untuk melindungi lukanya dari gesekan maupun kontak cairan tubuh. Selain itu, 32 persen melakukan hubungan seks itu dengan lebih dari 2 pasangan.

"Hubungan seks terlalu dini seusai disunat justru memberi dampak luar biasa khususnya bagi perempuan, sebab tingkat infeksi HIV bisa lebih besar dari yang sebenarnya ingin kita hindari," tulis para peneliti dalam laporan ilmiahnya, seperti dikutip dari Indepthafrica, Selasa (21/2/2012).

Sunat telah diprogramkan secara nasional di beberapa negara Afrika karena diyakini bisa mengurangi risiko penularan HIV sebesar 66 persen. Di Zambia, program sunat nasional dimulai tahun 2007 dan pada 2010 sudah ada 61.000 laki-laki usia 13-39 tahun yang disunat.

Sumber: http://health.detik.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6057