Pemberdayaan komunitas efektif menekan IMS
Tanggal: Thursday, 23 February 2012
Topik: Narkoba


ANTARA News, 22 Februari 2012

Jakarta - Pemberdayaan komunitas di lokasi prostitusi mampu menekan tingkat penyakit infeksi menular seksual (IMS) ataupun HIV-AIDS.

"(Keterlibatan) komunitas memberi pengaruh signifikan terhadap penurunan kasus IMS," kata Fahmi Arizal, Pengelola Program HIV Perhimpunan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) di Jakarta, Rabu (22/2).

Sejak 2010 hingga 2011, PKBI menjalankan program pelibatan sejumlah komunitas di empat provinsi di Indonesia untuk menanggulangi pencegahan risiko penyebaran HIV-AIDS. Keempat provinsi itu yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Jawa Tengah.

Dari program itu, sekitar 80 persen dari 660 anggota komunitas (pekerja seks perempuan dan pembeli potensial) mengetahui dan memahami bagaimana mencegah IMS dan HIV-AIDS. Sementara, sekitar 60 persennya telah menerima layanan kesehatan sesuai standar.

"Sebelumnya banyak sekali kesalahan karena instansi atau lembaga swadaya masyarakat merasa suatu program itu bagus dari kacamata mereka," kata Fahmi.

Hubungan antar unsur dalam komunitas di lokasi prostitusi, menurut Fahmi, sangat kompleks sehingga diperlukan aturan lokal untuk menaungi hak-hak pekerja seks perempuan, pelanggan, ataupun pemiliki tempat.

"Kalau di kafe dan di diskotik sulit (untuk didekati) karena hubungan yang muncul adalah hubungan bisnis," kata Fahmi. (I026)

Sumber: http://www.antaranews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6069