Korban Meninggal di Badung 70, Jembrana 90
Tanggal: Thursday, 23 February 2012
Topik: Narkoba


Bali Post, 23 Februari 2012

Penyebaran HIV/AIDS di masyarakat ibaratnya fenomena gunung es. Sulit mengetahui ersisnya orang telah terinfeksi virus mematikan tersebut. Sesuai data KPA Badung, Badung mengantongi kasus cukup tinggi, terbesar ketiga di Bali. Saat ini estimasi kasus HIV/AIDS di Badung mencapai 1.259 kasus. Namun yang sudah tercatat baru 761 kasus. Dari 761 kasus itu, 70 orang di antaranya meninggal dunia. Jumlah kasus di Badung terbesar ke-3 di Bali. Yang mengagetkan Jembrana, meski jumlah kasusnya lebih kecil -- 315 kasus -- tetapi jumlah korban meninggal sampai 99 orang.

Ketua Harian Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Badung yang juga Wakil Bupati Badung I Ketut Sudikerta belum lama ini menjelaskan, AIDS menjadi penyakit mematikan bagi masyarakat. Begitu ganasnya virus ini, sekali terkena dan positif, tinggal menunggu kematian. Penyebaran virus HIV bisa melalui seks bebas, suntik narkoba, ibu HIV yang menyusui dan transfusi darah.

Diakui, upaya menekan HIV/AIDS oleh Pemkab Badung bersama KPA takkan pernah optimal bila tidak didukung masyarakat. ''Untuk itu, dukungan dan partisipasi seluruh komponen masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya menekan penyebaran penyakit HIV/AIDS di masyarakat,'' ujarnya.

Dia berharap upaya pencegahan sejak dini harus dilakukan kepada generasi muda. Generasi muda harus menerapkan perilaku hidup sehat dan sebisa mungkin menghindari pergaulan bebas.

Bagi masyarakat Badung yang ingin memeriksakan diri, dapat dilakukan di beberapa klinik seperti Klinik IMS Puskesmas Kuta I dan Kuta Selatan, Klinik PTRM (Pelayanan Terapi Rumatan Methadone) di Puskesmas Kuta I, Klinik VCT Puskesmas Abiansemal I, Kuta I dan Kuta Selatan, Layanan Konseling HIV/AIDS di Puskesmas Mengwi I dan Kuta Utara serta layanan VCT, CST, PMTCT di RSUD Badung.

Menyebar Lewat Tato

Dalam upaya pencegahan penularan HIV/AIDS, Pemkab Badung tengah menggodok Peraturan Bupati Badung tentang tato. Pasalnya, penyebaran virus mematikan ini bisa dari tato yang tidak steril. Di Badung, usaha tato banyak bertebaran di Kuta dan sekitarnya.

Di samping sebagai regulasi terhadap maraknya usaha tato di Kuta, menurutnya, pembuatan Perbup ini menindaklanjuti laporan dari Kemenkes tentang terinfeksinya dua warga negara Australia pada November 2011 setelah membuat tato di sebuah kios tato di antara Gang Popies 1 dan 2.

Pengidap Melonjak Tajam

Pengidap HIV/AIDS di Jembrana sejak tahun 2005 hingga 2012 ini melonjak tajam. Mulanya per bulan rata-rata dua orang, kini 6-7 orang dilaporkan mengidap HIV/AIDS. Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) pada Dinas Kesehatan Jembrana, Putu Suekantara mengatakan hingga akhir Januari 2012 sudah tercatat 315 pengidap penyakit mematikan itu. Dari total jumlah tersebut, 99 orang meninggal dunia.

Diakui hampir semua kalangan bisa mengidap penyakit ini. Penularan paling besar dari hubungan seks. Pengidap paling dominan ibu rumah tangga hingga 20 persen atau 64 pengidap. ''Hampir semua perempuan yang tercatat mengidap pernah berselingkuh dan terjadi hubungan badan,'' ujarnya. Sebab penularannya selain dari cairan kelamin juga melalui air susu ibu (ASI).

Dari data jumlah, PNS sejak tahun 2005 11 orang terkena. Dari jumlah itu semuanya sudah meninggal dan sejak 2011 tidak terdaftar lagi dari kalangan PNS. Sementara jumlah anak-anak sekitar 19 orang dari total jumlah itu. Untuk pencegahan, diakui Suekantara, Dinas berupaya melakukan penyuluhan dan bimbingan dengan sejumlah kader/relawan di desa. Sebab, pengidap HIV/AIDS tidak terlihat satu-dua tahun, melainkan butuh waktu sampai 10 tahun. Bahkan ada kasus seorang janda yang mengidap AIDS tetap saja dikejar oleh lelaki kendatipun sudah diberitahu mengidap AIDS. ''Karena mereka rata-rata cantik, sehingga tidak percaya kalau mengidap AIDS,'' terang dia. (ded/olo)

Sumber: http://www.balipost.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6078