Jumlah Pasien HIV/AIDS Sulit Dideteksi
Tanggal: Monday, 27 February 2012
Topik: HIV/AIDS


JPNN.com, 25 Februari 2012

PURWOKERTO - Berapa banyak penderita HIV/AIDS di Banyumas? Rupanya sulit untuk menemukan data yang pas, atau mendekati jumlah riil korban HIV/AIDS. Dokter dan konselor di Klinik VCT RS Margono Soekardjo, dr Akhmad Wiryawan, mengaku, tak ada data pasti berapa jumlah penderita HIV/AIDS. Dia mengatakan, sedikitnya ada 385 orang dinyatakan positif HIV/AIDS di Klinik VCT RS Margono Soekardjo.

Data tersebut merupakan angka akumulasi dari 2005 sampai Januari 2012. Di samping itu, jumlah 385 itu bukan hanya orang Banyumas. Sebab, Klinik VCT RSMS melayani pasien HIV/AIDS dari berbagai daerah. Diantaranya wilayah Barlingmascakeb, plus Brebes, Pemalang, dan Ciamis Bagain Timur.

Jumlah 385 orang positif HIV/AIDS merupakan data yang ditemukan Klinik VCT RSMS yang terus melakukan sosialisasi terpadu. Karena itu, masih juga ada data yang belum ditemukan. Fenomena ini, ujarnya, seperti gunung es, yang bila mencair akan menimbulkan efek dahsyat.

Dia menuturkan, jumlah 485 itu merupakan penemuan yang aktif. tentunya, ada juga penderita yang belum ditemukan. Ini menjadi tanggungjawab pemerintah, dan stakeholder lain yang terkait.

Dikatakan dia, sebanyak 192 diantara 385 orang itu sudah masuk dalam kategori pengobatan. Artinya sudah memasuki dalam tahapan infeksi oportunistik dan berada di stadium 3 dan 4. Dengan demikian, sesuai anjuran World Healt Oganization (WHO), 192 orang itu memenuhi syarat untuk mendapat pengobatan sesuai standart dari WHO.

Setiap ODHA memiliki kategori tersendiri. Ada yang kekebalan (Immunitas, red) berada di stadium 1, 2, 3, 4. Bila yang immunitas masih di stadium kecil atau masih normal, mereka masih bisa diusahakan agar bebas tanpa obat. "Namun, kalau sudah di stadium 3, dan 4, kami langsung memberinya obat sesuai standar WHO," ucap dia.

Sekali lagi, dr Akhmad Wiryawan meminta warga untuk berhenti berperilaku menyimpang seperti seks bebas, "jajan", memakai narkoba jenis suntik, tindik atau yang lainnya.

"Banyak orang yang masih bandel. Setelah mereka melakukan perilaku menyimpang, memang belum akan kelihatan efeknya. Tapi hitungan 5 sampai 15 tahun ke depan, mereka bakal merasakan dampaknya. Ya bisa dan akan mulai muncul HIV/AIDS," ujarnya. (ttg)

Sumber: http://www.jpnn.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6091