Pembuatan Lapangan Street Soccer di Bawah Pasupati Dibantu Warga
Tanggal: Monday, 27 February 2012
Topik: Narkoba


detikBandung, 26 Februari 2012

Bandung - Liga Nasional Street Soccer digelar di Lapangan Bandung Wetan (Bawet) yang berlokasi di Jalan Balubur, tepatnya di bawah Jembatan Pasoepati. Lapangan itu ternyata dibuat dengan melibatkan partisipasi warga setempat.

Berbeda dengan acara lain yang biasanya pemasangan properti dilakukan event organizer (EO), pembuatan lapangan justru membuat warga setempat berbondong-bondong membantu. Apalagi, acara yang digagas Rumah Cemara itu merupakan dikhususkan untuk kalangan orang dengan HIV/Aids, pengguna dan mantan pengguna narkotika, serta kalangan orang kurang mampu.

"Pembuatan lapangan ini sangat dibantu banyak oleh warga setempat. Mereka membantu dengan senang. Ini membuktikan tidak ada sekat dan diskriminasi dari warga pada kami," kata perwakilan Rumah Cemara, Ginandjar Koesmayadi saat ditemui di lokasi, Minggu (26/2/2012).

Lapangan di area terbuka itu berukuran 25x15 dengan dinding kayu di sekitarnya yang tingginya lebih dari 50 sentimeter. Sementara alasnya terbuat dari spon warna hitam ditambah dengan dua gawang. Proses pembuatannya memakan waktu sekitar 20 hari.

Menurut Nanang, sesepuh warga setempat, warga memang ikut terlibat dalam pembuatan lapangan. Sebab ada bebearapa warga sekitar yang tergabung di Rumah Cemara. Warga itulah yang kemudian mengajak warga sekitar ikut membantu pembuatan lapangan.

"Sebelumnya lahan di sini memang sudah jadi lapangan, tapi tidak bagus seperti sekarang. Dulu mah apa adanya, tapi banyak anak-anak yang main bola di sini," ujar Nanang.

Mewakili warga, Nanang mengaku senang di lokasi ada lapangan khusus untuk sepakbola meski ukurannya tidak selebar lapangan bola sungguhan.

Sementara sejauh ini, Nanang mengaku tidak tahu lapangan akan kembali dibongkat atau tidak setela acara selesai. "Tapi warga sepertinya akan berembuk dengan Rumah Cemara dan minta lapangannya tidak dibongkar. Warga senang dengan adanya lapangan ini," ungkapnya.

Dijelaskan Nanang, lokasi tersebut memang sudah menjadi tempat anak-anak sekitar bermain sepakbola sejak 2007. Sejak saat itu, anak-anak sekitar selalu bermain di lokasi meski dinilai pas-pasan sebagai lapangan sepakbola karena tidak ada rumput di area sekitar.

Hal itu kemudian membuat Nanang mendirikan sekolah sepakbola (SSB) Bawet yang kini siswanya berjumlah lebih dari 100. Dengan adanya SSB dan lapangan seadanya, ia berharap dari Lapangan Bawet bisa lahir bibit-bibit pesepakbola unggul, apalagi setelah lapangan sekarang jauh lebih baik. Bahkan ia berharap ada the next Encas Tonif yang jadi salah satu legenda hidup Persib.

"Encas Tonif lahir di sini. Mudah-mudahan ke depan ada generasi penerus sepakbola yang lahir dari sini," harap Nanang.

(ors/ern)

Sumber: http://bandung.detik.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6099