Dinkes Temukan 12 Penderita Kusta
Tanggal: Monday, 27 February 2012
Topik: Narkoba


Cenderawasih Pos, 27 Februari 2012

SENTANI - Selain penyakit HIV-AIDS dan TBC, Pemkab Jayapura dalam hal ini Dinas Kesehatan serius dalam menangani penyakit kusta yang diderita masyarakat. Bahkan, daerai sampai dengan tahun 2012 ini, Dinkes telah menemukan 12 orang penderita kusta dari sejumlah distrik yang ada di Kabupaten Jayapura.

Menurut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura, Khairul Lie,SKM,M,Kes, ke-12 warga yang ditemukan menderita kusta ini saat ini sudah ditangani langsung dari Dinas Kesehatan untuk perawatan dan pengobatannya. “Para penderita kusta ini sekarang ini sudah ditangani lansung oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura untuk memberikan perawatan, ,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat(24/2).

Sejumlah penderita kusta yang ada di Kabupaten Jayapura ini, berasal dari baberapa Distrik yaitu, Distrik Demta, Distrik Urunum Guay, Distrik Sentani Kota dan di wilayah Lereh Jadi dengan adanya penemuan penderita penyakit kusta ini diharapkan kepada masyarakat yang ada di Kabupaten Jayapura ini supaya lebih berhati-hati dalam menjaga kesehatanya. Pihaknya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat yang merasa terserang oleh penyakit kusta tersebut untuk segera datang berobat di Rumah Sakit atau puskesmas-puskesmas terdekat.

“Kusta adalah penyakit menular yang menahun dan itu disebabkan oleh kuman kusta yang bernama, Mycro Bacterium Lepra, dimana kuman ini akan menyerang saraf tepi, kulit dan jaringan tubuh lainnya,”terangnya.

Meski penyakit ini bisa menular ke orang lain, namun menurut Khairul Lie, cara penularanya tersebut akan berlangsung dalam jangka waktu yang cukup lama. Oleh karena itu pihaknya sekarang ini telah berupaya untuk menemukan secara dini penderitaannya di tengah masyarakat yang ada ini, sehingga yang sudah terkena atau belum cacat bisa segera diobati.

“Upaya penemuan dini merupakan salah satu langkah pertama yang saat ini tengah dilakukan oleh para staf kami yang d ilapangan sekarang ini, dimana setelah kita temukan penderitanya di lapangan maka kita akan lakukan pengobatan secara bertahap bagi penderita kusta tersebut,”imbuhnya.

Menurut Khairul, sebenarnya obat untuk mengobati penyakit kusta ini bersifat gratis tetapi terkadang yang menjadi permasalahan disini adalah si penderita tersebut tidak mau untuk memeriksakan dirinya untuk diobati, sehingga mungkin kedepanya kita akan lakukan sosialisasi dulu ke masyarakat biar mereka lebih paham.

“Dan untuk mengantisipasi ketakutan dari para penderita kusta ini kami sekarang ini lebih banyak melakukan suvei terus di masyarakat, dengan membujuk penderita tersebut supaya di obati dan penemuan bagi yang terkena penyakit tersebut bisa lebih awal diiobati,”tandasnya. (ans/tri)

Sumber: http://www.cenderawasihpos.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6101