Bertambah, Tempat Prostitusi di Danau Tempe
Tanggal: Monday, 27 February 2012
Topik: Narkoba


Bali Post, 27 Februari 2012

PRAKTIK prostitusi di Bali sepertinya kini menjadi bisnis terang-terangan. Meski penyebaran penyakit HIV/AIDS sudah merambah sejak dulu dan telah memakan sekian korban, namun hal itu tidak menyurutkan para pelaku untuk membuka bisnis terselubung itu. Bahkan, mereka semakin melebarkan sayap dengan membangun lagi satu lokasi di bilangan Jalan Danau Tempe, Sanur, Denpasar Selatan (Densel).

Namun, aparat kepolisian dan pemerintah serta petugas terkait tidak mengambil tindakan. Meski tempat-tempat prostitusi itu sudah diketahui keberadaannya, petugas sepertinya tutup mata. Kalau pun ada penertiban, itu hanya sesekali saja. Aparat kepolisian hanya bergerak saat adanya operasi penyakit masyarakat (pekat). Sementara hari lainnya, dibiarkan begitu saja.

Praktik prostitusi di Bali sudah menjadi rahasia umum. Lokasinya ada di beberapa tempat di Denpasar. Di wilayah Densel, banyak tersebar bisnis esek-esek yang menjajakan ''daging mentah'' kepada hidung belang. Salah satunya di Jalan Danau Tempe, Sanur. Bahkan, kini ada bangunan baru yang ditengarai diperuntukkan bagi para pekerja seks komersial (PSK). Bangunan itu sudah beroperasi sejak beberapa bulan belakangan.

''Memang ada bangunan baru untuk kompleks PSK. Bangunan ini lebih bagus dan rapi dibandingkan dengan kompleks yang dulu (yang posisinya di sebelah timur). Fasilitasnya juga lebih lengkap. Ada ruangan karaoke yang dipadu dengan kamar berjejer yang digunakan untuk mengeksekusi PSK-nya,'' kata salah satu warga Kota Denpasar yang tak mau disebutkan namanya di koran, Minggu (26/2) kemarin.

Tak hanya di Jalan Danau Tempe, Sanur, tempat-tempat prostitusi lain sepertinya juga dibiarkan dan tak pernah ditertibkan. Seperti lokasi prostitusi di wilayah Padanggalak, Denpasar Timur (Dentim), di wilayah Jalan Bung Tomo, Denpasar Barat (Denbar), Jalan Diponegoro, dan lainnya. ''Sepertinya aparat tutup mata,'' ungkapnya lagi.

Menanggapi adanya tempat-tempat prostitusi tersebut, Kasubag Humas Polresta Denpasar AKP I.B. Sarjana, kemarin mengatakan aparat kepolisian utamanya Polresta Denpasar tidak diam. Pihaknya selalu melakukan penertiban-penertiban melalui operasi yang dilakukan. Akan tetapi, operasi itu dilakukan sewaktu-waktu. ''Artinya, tidak hanya dalam rangka operasi pekat,'' ucapnya.

Seperti yang dilakukan petugas Polsek Denbar beberapa waktu lalu, pihaknya mengambil langkah preventif dengan melakukan penggerebekan di sejumlah hotel yang hasilnya tujuh pasangan mesum diamankan. Tak hanya itu, petugas Polsek Denbar juga menggerebek kompleks di Jalan Bung Tomo, Denpasar. ''Ini artinya, kami sudah melakukan langkah-langkah penertiban. Kami tidak membiarkan,'' tegasnya.

Terkait lokasi baru di Jalan Danau Tempe, AKP Sarjana mengaku belum mengetahuinya. Meski demikian, pihaknya akan menelusuri informasi itu. ''Kalau memang ada, nantinya pasti akan ditertibkan. Kami akan telusuri dulu hal itu,'' imbuhnya. (jay)

Sumber: http://www.balipost.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6106