Panel HIV/AIDS dan IMS Tolak SK Menkes
Tanggal: Tuesday, 28 February 2012
Topik: HIV/AIDS


Berita Sore, 28 Februari 2012

MEDAN: Dinilai diskriminasi, Surat Keterangan Menteri Kesehatan Nomor 782 tahun 2011 tentang rumah sakit rujukan Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) di Sumatera Utara diusul dicabut. SK tersebut menjadi salah satu bentuk diskriminasi pelayanan kesehatan bagi ODHA

“Saya mengusulkan agar SK itu dicabut dan usulan saya itu didukung oleh daerah lain seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan lainnya dalam pertemuan dengan ahli HIV AIDS dan IMS di Jakarta,” ungkap Ketua Perhimpunan Dokter Peduli Aids Indonesia (PDPAI) Sumut, Dr dr Umar Zein Sppd KPTI, saat dihubungi, Senin (27/02).

Menurutnya,yang mematikan bukan HIV nya, melainkan infeksi opurtunistik dan infeksi itu bisa diobati oleh setiap rumah sakit. Infeksi oputinisik terbanyak penyakit TB.

“Penyakit ini, jangankan rumah sakit, puskesmas saja sudah mampu mengobatinya. Jadi, kenapa ODHA harus dirujuk. Malah SK ini, bisa dijadikan alasan bagi rumah sakit swasta untuk menolak merawat ODHA. Usulan ini akan kita sampaikan ke kementerian kesehatan nantinya,” ujarnya.

Sementara Project Officer Global Fund Dinas Kesehatan Sumatera Utara, Andi Ilham Lubis menyatakan, sebaiknya orientasinya tidak menolak SK Menkes, melainkan memberikan masukan agar Menkes membuat aturan yang mengatur agar rumah sakit tidak menolak pasien HIV AIDS.

“Yang penting bagaimana kita mendorong agar rumah sakit mau menerima pasien HIV AIDS. Misalnya, salah satu syarat penilaian rumah sakit diakreditasi adalah rumah sakit yang melayani pasien HIV AIDS. Kalau ada persyaratan itu, kedepan pasti tidak ada lagi rumah sakit yang menolak,” katanya kepada wartawan, kemarin. Menurutnya, rumah sakit rujukan ODHA di Sumut hanya 18 rumah sakit dimungkinkan karena keterbatasan penyediaan obat ARV dan dokter yang ahli dibidang HIV AIDS. (don)

Sumber: http://beritasore.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6114