Banyak PKL tak Paham Hak Jaminan Sosial
Tanggal: Wednesday, 29 February 2012
Topik: Narkoba


Padang Ekspres, 29 Februari 2012

Bukittinggi — Guna memberikan pemahanan kepada pedagang kreatif lapangan (PKL), terutama terhadap perlindungan dan kesejahteraan bagi pedagang, PT Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) Persero Kantor Cabang Bukittinggi, sosialisasi program Jamsostek kepada pedagang yang tergabung dalam 4 koperasi.

Sosialisasi di kantor Dinas Pasar jalan Cindua Mato Bukittinggi itu, juga dihadiri Kepala Dinas Pasar, Kepala Cabang PT Jamsostek (Persero) Bukittinggi, Ketua Koperasi dan anggota dari Koperasi Cahaya Hati, Koperasi Pariuak Basamo, Koperasi Restu P2KL dan Koperasi Badunsanak, disambut antusias oleh para peserta.

Dari sosialiasi tersebut, berbagai dukungan didapatkan pihak Jamsostek. Karena melalui pertemuan dengan pengurus koperasi PKL tersebut juga difasilitasi oleh Dinas Pasar dan Diskoperindag Bukittinggi. “Peserta menyambutnya dengan antusias,” kata Kacab PT Jamsostek Bukittinggi, Aland Lucy Patitty, kemarin.

Didampingi Kabid Pemasaran PT Jamsostek Bukittinggi, Abdul Rahman Lubis, Aland Lucy Patitty menyebutkan bahwa dalam waktu dekat anggota koperasi tersebut sudah menjadi peserta Jamsostek. Tetapi yang jelas, penyuluhan dan sosialisasi tersebut adalah untuk membantu koperasi dalam mensejahterakan anggotanya melalui Jamsostek.

“Memang, masih banyak PKL yang belum memahami tentang hak jaminan sosial mereka sebagai tenaga kerja informal dan hanya sedikit yang mengetahui,” jelas Aland Lucy.

Oleh sebab itu, katanya, pihak PT. Jamsostek tidak bosan-bosannya melakukan sosialisasi. PKL merupakan tenaga kerja informal yang mendapat perlindungan jaminan sosial dari pemerintah. Selain itu, mulai 1 Desember 2011 lalu, juga diberikan manfaat tambahan bagi peserta PT. Jamsostek, sesuai KEP/310/102011.

Jenis pemberian manfaat tambahan bagi tenaga kerja dan perusahaan peserta program Jamsostek tersebut, diantaranya pemberian pelatihan (K3) bagi tenaga kerja dan perusahaan, pemberian bantuan uang pemakaman untuk keluarga yang meninggal dunia dari tenaga kerja yang masih aktif. “Tentunya semua itu harus mengikuti persyaratan yang berlaku,” katanya.

Selain itu, juga pemberian manfaat bantuan pemeriksaan kesehatan berupa medical check up (MCU) bagi tenaga kerja berusia di atas 40 tahun. Begitu juga dengan pemberian bantuan bagi tenaga kerja dan keluarganya yang membutuhkan tindakan hemodialisa (cuci darah), operasi jantung, pengobatan kanker dan pengobatan HIV/ AIDS. (rul)

Sumber: http://padangekspres.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6124