Tokoh Agama Diajak Peduli HIV dan AIDS
Tanggal: Thursday, 01 March 2012
Topik: HIV/AIDS


KOMPAS.com, 29 Februari 2012

JAKARTA - World Vision Indonesia meluncurkan modul channel of hope (COH) di hadapan tokoh-tokoh Islam dan lintas agama di Gedung Pengurus Besar Nahdatul Ulama di Jakarta, Rabu (29/2/2012).

Lewat modul yang diadaptasi dari modul COH di Afrika itu, para tokoh agama di Indonesia diharapkan dapat merespon HIV dan AIDS tanpa stigma dan diskriminasi.

Peluncuran modul itu dilakukan untuk mendorong upaya penanggulangan HIV dan AIDS oleh pemuka agama di Indonesia,

Fonny J Silfanus, Deputi Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional, mengatakan, tingkat penyebaran HIV dan AIDS semakin mengkhawatirkan. Saat ini tercatat kasus kumulatif AIDS sekitar 26.483 orang, sedangkan kasus baru HIV positif kumulatif terus meningkat sebesar 66.693 orang.

"Tingkat penyebaran HIV dan AIDS yang semakin mengkhawatirkan ini, memerlukan penanggulangan secara terpadu dari berbagi pihak, baik pemerintah, lembaga swadaya masyarakkat, termasuk tokoh agama," ujar Fonny.

Pemuka agama diyakni memegang peranan strategis untuk menanggulangi dampak buruk, sekaligus memutus mata rantai penyebaran HIV dan AIDS. Termasuk di antaranya memberikan pemahaman kepada umat, sehingga mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap orang yang hidup dengan HIV dan AIDS (ODHA).

Namun sayangnya stigma dan diskrimiansi dari tojoh agama terhadap ODHA masih terjadi. Sebagian besar akibat kesalahpahaman atau keterbatasan informasi yang mereka peroleh.

Ahmad Syam Madyan, salah seornag anggota kelompok kerja adaptasi modul yang juga fasilitator COH, menyebutkan, ada tiga landasan nilai yang dipakai dalam proses adaptasi, yakni secara fiqiyah, ittiqodiyah, dan khulluqiyah. Modul konteks Islam ini telah diujicobakan kepada tokoh-tokoh agama Islam (ustad dan kiai) di Bandung dan Malang, dalam lokakarya saluran harapan.

World Vision Indonesia bekerja sama dengan lembaga-lembaga agama, telah menyelenggarakan sekitar 50 lokakarya COH yang diikuti sekitar 1.000 orang tokoh agama Islam dan Kristen dari Jakarta, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, dan Papua.

Hasil lokakarya itu menunjukkan, sekitar 90 persen peserta mengalami peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap terhadap HIV dan AIDS ke arah yang lebih positif.

Sumber: http://kesehatan.kompas.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6125