Awal 2012 Sudah Ditemukan Empat Kasus HIV
Tanggal: Thursday, 01 March 2012
Topik: HIV/AIDS


Suaramerdeka.com, 29 Februari 2012

PURWOREJO - Kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kabupaten Purworejo masih terus seperti bola salju yang jumlahnya semakin banyak. Awal tahun 2012 ini saja Dinas Kesehatan (Dinkes) sudah mendeteksi empat kasus. Ironisnya, dua di antaranya merupakan balita yang terinfeksi HIV dari ibunya.

Kepala Dinkes Purworejo dr Kuswantoro yang dimintai konfirmasi menyebutkan, jumlah penderita HIV diperkirakan lebih dari itu. "Mendeteksi HIV/AIDS itu tidak mudah karena belum tentu semua orang mau memeriksakan diri. Padahal sudah ada klinik Voluntary Councelling and Testing (VCT) di RSUD," katanya.

Biasanya, sambung Kuswantoro, kasus HIV/AIDS diketahui setelah penderita mengalami penyakit lain yang tidak kunjung sembuh. "Mereka tidak sadar kalau sudah terinfeksi dan baru tahu setelah dokter meminta pasien menjalani tes di VCT," ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan Kuswantoro, walaupun positif HIV, tidak ada pasien yang telalu lama larut dalam kesedihan. Mereka tetap aktif menjalani konsultasi di klinik VCT serta mengambil obat Antiretroviral (ARV) di RSUP dr Sardjito Yogyakarta atau RSUD Kebumen.

RSUD Saras Husada belum bisa melayani ARV karena masih belum ada dokter ahlinya. Namun, meski jauh, pasien tidak dipungut biaya pengganti untuk obat yang mereka dapatkan karena sudah disubsidi pemerintah.

Menurutnya, pandangan miring terhadap pasien HIV/AIDS masih berkembang pada sebagian besar masyarakat di Purworejo. Mereka mengucilkan pasien dengan alasan takut tertular. Padahal, penularan hanya terjadi melalui hubungan seksual, penggunaan jarum suntik bersama-sama atau tranfusi darah.

"Bahkan, penularan dari ibu ke anak kecil terjadi selama ibu rajin minum obat dan konsultasi. Jadi, anggapan masyarakat yang takut tertular hanya akibat bercakap-cakap, jabat tangan, cium pipi atau berjalan bersama itu salah besar," tegasnya.

Pengucilan tersebut justru dapat menekan mental korban dan dapat mempersingkat hidupnya. "Pasien kehilangan motivasi hidupnya, padahal mereka ingin bergaul seperti warga pada umumnya," tandasnya.

Sumber: http://www.suaramerdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6127