Mendesak, Perda HIV/AIDS
Tanggal: Thursday, 01 March 2012
Topik: HIV/AIDS


Padang Ekspres, 01 Maret 2012

Padang — Peraturan Daerah (Perda) tentang HIV/AIDS mendesak di Sumbar, menyusul meningkatnya penderita HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) di Ranah Minang.

Data akumulasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumbar 2011 yang dirilis Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Sumbar, ada 748 pasien HIV/AIDS. Angka itu sudah termasuk jumlah korban yang meninggal sebanyak 88 pasien.

“Jumlah di atas bisa saja bertambah di 2012 atau di tahun-tahun mendatang, bila tidak disikapi dengan jalan melahirkan Perda HIV/AIDS secepatnya, maka fenomena itu cukup mengkhawatirkan bagi warga Sumbar,” ungkap Sekretaris KPA Sumbar, Zulkarnain Raza usai rapat pembahasan Ranperda HIV/AIDS dengan Komisi IV DPRD Sumbar, Selasa (28/2) lalu.

Tak dipungkiri, bertambahnya penderita HIV/AIDS di Sumbar disebabkan kurangnya perhatian berbagai pihak termasuk pemerintah. Data KPA Sumbar menunjukkan daerah yang tertinggi kasus HIV/AIDS hingga 2011 terjadi di Padang dengan jumlah 39 penderita HIV, 250 penderita AIDS dan 40 penderita meninggal.

Sebaliknya, DPRD Sumbar mendapat data jumlah penderita HIV/AIDS selama 2011 tercatat 624 kasus, penderita HIV sebanyak 72 orang, dan 552 orang terjangkit AIDS.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumbar, Suwirpen menyebut, perda ini penting untuk mencegah meluasnya HIV/AIDS, sekaligus melindungi mereka yang sudah terjangkit virus HIV/AIDS.

Pembuatan perda tersebut, lanjut Suwirpen, tidak terlepas dari status Sumbar peringkat 12 dari seluruh Indonesia dalam kasus HIV/AIDS. (zil)

Sumber: http://padangekspres.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6135