2011, 9 Polisi Positif Narkoba
Tanggal: Thursday, 01 March 2012
Topik: Narkoba


Padang Ekspres, 01 Maret 2012

Payakumbuh — Sebanyak 9 dari 15 anggota Polres Payakumbuh yang mengikuti tes urine tahun 2011, dinyatakan diduga pernah mengonsumsi narkoba. Beberapa di antara mereka sudah disidang di pengadilan negeri. Sisanya mengikuti sidang indisipliner dan diberi sanksi tegas. Kini, polisi Payakumbuh mulai bersih dari narkoba.

Peristiwa tahun 2011 yang pernah disampaikan bekas Kapolres Payakumbuh AKBP S Erlangga kepada Padang Ekspres tersebut, diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi polisi. Sekaligus menjadi bukti kepada masyarakat, bahwa polisi tidak main-main dalam memberantas narkoba. Pemberantasan telah dimulai dari korps sendiri.

Wakapolres Payakumbuh Kompol H Asmar Yunus WSD saat ditanya Padang Ekspres tidak memungkiri, adanya 9 oknum anggota yang diduga positif menggunakan narkoba berdasarkan hasil tes urine tahun 2011. ”Ya, itu kan yang lama dulu. Yang pernah diekspose pak Kapolres lewat Padang Ekspres dulu. Saya pikir, kejadiannya sudah basi,” ujarnya, Rabu (29/2) sore.

Sehari sebelumnya atau saat memimpin gelar perkara penangkapan 9 bandar dan pemakai ganja Selasa (28/2) siang, Kompol H Asmar Yunus yang didampingi Kasat Narkoba Iptu Teguh Setiawan, sempat menyebut hasil tes urine terhadap anggota Polres Payakumbuh tahun 2011 kepada sejumlah wartawan, termasuk kepada wartawan kelompok Riau Pos Group.

Upaya polisi melakukan tes urine dan memulai pemberantasan narkoba dari dalam pada tahun 2011, mendapat apresiasi dari masyarakat luas. ”Di negeri ini, Polri memang termasuk lembaga negara yang sudah menjalankan amanat reformasi. Kita berharap, ini dapat dipertahankan,” ujar aktivis Forum Peduli Luak Limopuluah Yudilfan Habib.

Sementara itu, terkait tes urine 48 pejabat eselon II dan III di lingkungan pemerintah kota Payakumbuh Desember 2011 lalu, Dinas Kesehatan mengaku sudah memperoleh hasilnya. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Payakumbuh dr Merry Yuliesday, tidak ada pejabat yang dinyatakan mengonsumsi narkoba.

”Hasil tes urine itu memang sudah kita terima. Dari 48 pejabat eselon II dan III yang menjalani tes urine Desember 2011 tersebut, tidak seorang pun yang dinyatakan pernah mengonsumsi narkoba atau terjangkit virus HIV/AIDS,” ujar dr Merry Yuliesday, Rabu sore.

Merry menggaransi, hasil tes urine itu tidak direkayasa atau fiktif. ”Silakan saja dipublikasikan. Hasil tes urine itu, tidak pesananan. Lembaga yang melaksanakan, siap mempertanggungjawabkan, dunia dan akhirat. Kita yang menerima hasil, juga sudah menyampaikan kepada pak wali kota,” ucap Merry.

Disisi lain, Polres Limapuluh Kota masih menunggu hasil tes urine yang dilakukan terhadap 106 personel pada Senin (27/2) lalu. ”Hasil tes urine yang diperintahkan Kapolres AKBP Partomo Iriananto itu, masih kita tunggu,” ujar Kasubag Humas Polres Limapuluh Kota Ipda Muchri Sawir, kemarin.

Kapolres Limapuluh Kota AKBP Partomo Iriananto kepada Padang Ekspres mengatakan, tes urine yang dilakukan terhadap 106 personel, merupakan upaya polisi memberantas narkoba dari internal. Sedangkan secara eksternal, razia dan operasi terus dilakukan.

”Terakhir, dalam operasi Tumpas Bandar ditemukan ladang ganja di Nagari Manggilang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Selain razia dan operasi, kita juga merangkul para dai untuk mensosialisasikan bahaya dan ancaman hukuman bagi pemakai narkoba. Pokoknya, target kita. Limapuluh Kota zero narkoba,” tegas AKBP Partomo Iriananto. (frv)

Sumber: http://padangekspres.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6136