5 Napi LP Dumai Terjangkiti HIV/AIDS
Tanggal: Friday, 02 March 2012
Topik: HIV/AIDS


PL Dumai tengah melakukan pengawasan ketat terhadap lima warga binaannya, menyusul hasil tes yang memastikan mereka terinveksi virus HIV/AIDS.

Riauterkini, 02 Maret 2012

DUMAI - Sebanyak lima orang narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Klas II B Dumai tengah terjangkit virus HIV/AIDS. Lima orang napi tersebut saat ini sedang mendapatkan perawatan medis pihak LP sendiri. Sedangkan dalam memberikan perawatan intensif tersebut, LP mendatangkan petugas dari Voluntary Consulting Test (VCT) Puskesmas Kecamatan Dumai Selatan.

Kepala Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIB Dumai, Marten mengatakan kepada awak media, bahwa sebanyak 5 narapida yang diketahui terjangkit HIV/AIDS saat ini mendapat pengawasan medis. Hal itu dilakukan pihaknya untuk memantau kesehatannya yang khusu setiap bulan dilakukan pemeriksaan secara intensif agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.

"Pemeriksaan kesehatan tidak hanya di fokuskan kepada lima orang Napi yang terjangkit virus HIV/AIDS saja, bahkan kami melakukan kepada seluruh Napi yang ada di LP Dumai ini. Pemeriksaan yang kami lakukan ini untuk mencegah penularan virus mematikan tersebut kepada Napi lainnya,” jelasnya kepada wartawan, baru-baru ini.

Dikatakan Marten, tujuan dari pemeriksaan dan pengawasan ketat ini, selain agar memberikan rasa nyaman dan motivasi kepada napi yang terkena penyakit penurunan kekebalan daya tahan tubuh ini agar bisa hidup dengan normal dan berbaur bersama napi lainnya. Demi kepentingan kehidupan napi selama menjalankan masa kurungan penjara, pihak medis merahasiakan identitasnya kepada seluruh napi dan bahkan ke pegawai LP.

Dijelaskannya lagi, terhadap napi yang terjangkit virus human immunodeficiency virus/acquired immune deficiency syndrome (HIV/AIDS) ini, pihak Rutan tidak memberikan perlakuan khusus, melainkan sama dengan napi lainnya. Agar tidak menimbulkan kecurigaan di kalangan napi, lanjutnya, pihaknya juga tidak memunculkan kecemburuan sosial sesama tahanan.

“Menjaga kerahasiaan identitas napi pengidap AIDS ini, petugas medis dari Puskesmas dan Klinik VCT memberikan pengawasan kesehatan rutin sekali sebulan. Layanan pemeriksaan medis kesehatan ini diterapkan sama kepada seluruh napi. Dalam rangka pembinaan warga binaan, baik kesehatan dan agama, kami setiap sepekan sekali mengundang tenaga penyuluh agama dan kesehatan untuk diberikan kepada seluruh warga binaan," terangnya.***(had)

Sumber: http://www.riauterkini.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6144