Dana Penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia Tekor Ratusan Juta Dolar
Tanggal: Tuesday, 06 March 2012
Topik: HIV/AIDS


Media Indonesia, 02 Maret 2012

JAKARTA: Program penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia pada 2012 diperkirakan kekurangan dana sekitar US$160 juta. Kekurangan tersebut disebabkan makin berkurangnya bantuan dana internasional karena Indonesia dianggap sudah sebagai negara kelas menengah.

"Bantuan international dari Global Fund dan sumber lain secara bertahap akan dihentikan. Indonesia saat ini sudah dianggap sebagai middle country sehingga kita harus sharing," tandas Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan rakyat Agung laksono seusai rapat koordinasi tingkat menteri membahas pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS di Jakarta, Jumat (2/3).

Agung menambahkan tidak akan ada lagi cerita donor asing membantu program penanggulangan AIDS hingga 100%. Indonesia sudah diminta untuk ikut urunan biaya.

Berkaca dari dari itu, lanjutnya, peran dan dukungan anggaran dari pemda dan instansi terkait menjadi sangat diharapkan.

Sekertaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) Nafsiah Mboi menjabarkan, kebutuhan kegiatan penanggulangan HIV/AIDS di 33 provinsi mencapai US$214 juta. Tahun ini, Global Fund hanya menyumbang US$34 juta dan dari donor lain sebesar US$20 juta.

Dengan demikian, sambung dia, terdapat kesenjangan dana sebesar US$160 juta. Untuk menutupi kekurangan tersebut, setidaknya pemerintah harus mendukung dengan menyediakan dana sebesar US$60 juta atau menutup sekitar 40% dari kesenjangan dana yang ada. (Tlc/OL-04)

Sumber: http://www.mediaindonesia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6153