Cegah AIDS, Undip Gelar Kuliah E-Learning
Tanggal: Tuesday, 06 March 2012
Topik: Narkoba


okezone.com, 03 Maret 2012

JAKARTA - Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mengadakan kuliah dengan menggunakan teknologi e-learning berbasis video conference mengenai penanggulangan HIV-AIDS.

Program besutan Universitas Indonesia (UI) dan United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (Unesco) tersebut dihadiri 200 peserta yang datang dari berbagai jurusan dan program studi di Undip. Mereka mendapatkan kuliah terkait substansi, pencegahan, dan penanggulangan HIV/AIDS bagi anak muda.

Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undip Tinuk Istiarti mengatakan, kuliah ini sengaja terbuka bagi mahasiswa lintas program studi. Sehingga mereka yang berasal dari luar FKM dapat mengikuti perkuliahan tersebut.

"Isu tentang HIV/AIDS menjadi isu penting yang harus dipahami oleh mahasiswa, hal ini berkaitan dengan kebiasaan dan perilaku mahasiswa dalam berinteraksi setiap harinya yang berisiko tinggi tertular," ujar Tinuk seperti dikutip dari siaran pers yang diterima okezone Sabtu (3/3/2012).

Tinuk mengungkapkan, jumlah kasus baru HIV pada 2011 tercatat sebanyak 15.589 kasus. "Di Jawa Tengah, selama 2006-2011 terdapat 4.299 kasus. Pada 2011, jumlah kasus HIV tertinggi berada di kelompok umur 20-29 tahun, yakni sebesar 45,9 persen," katanya menjelaskan.

Dia mengatakan, fakta tersebut adalah bukti empiris yang kuat kelompok bahwa mahasiswa merupakan kelompok yang berpotensi memiliki peluang terbesar terkena penularan HIV/AIDS.

"Hal ini terungkap dengan banyaknya mahasiswa yang tidak memahami dengan baik bagaimana pacaran yang sehat serta perilaku seks yang aman. Selain itu banyak mahasiswa yang mengobral ciuman dan berganti-ganti pasangan. Padahal mereka tidak tahu apakah pasangannya tersebut sehat dan bersih dari HIV/AIDS atau tidak," tuturnya.

Acara yang terselenggara berkat dukungan Komisi Penanggulangan AIDS Nasional tersebut, juga mendapatkan dukukungan penuh dari Dirjen Dikti. Setiap peserta yang mengkuti kegiatan ini mendapat sertifikat yang setara dengan dua SKS kuliah tatap muka.

"Selain itu, dapat dimasukkan ke dalam transkrip bila meghendaki atau disertakan di luar transkrip sebagai bukti pendukung. Tetapi semuanya tetap harus dilakukan dengan koordinasi dengan pimpinan fakultas masing-masing," kata Tinuk.

Tidak hanya Undip, sejumlah universitas di berbagai wilayah Nusantara juga menghadirkan kuliah yang mengusung tema Pencegahan HIV Pada Kaum Muda tersebut. Di antaranya, Universitas Gunadarma, Universitas Cendrawasih (Uncen) Papua, Universitas Nusa Cendana, Universitas Sumatera Utara (USU), Instiut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, Universitas Udayana (Unud) Bali, dan STIKES MUhamadyah Samarinda.

"Kegiatan ini adalah komitmen FKM Undip sebagai pembina pendidikan kesehatan masyarakat dengan empat perguruan tinggi pembina lainnya yaitu UI, USU, Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, dan Unhas," ujar Tinuk.

Tinus menggarisbawahi metode ini adalah alternatif pembelajaran yang jauh lebih modern dan menyenangkan. "Ini bisa untuk mengurangi kejenuhan mahasiswa yang seringkali mengikuti kuliah model konvensional ceramah. Di sini mahasiswa bisa melihat video streaming tentang kasus HIV/AIDS di berbagai tempat di dunia. Secara kognisi dan afeksi ini jauh lebih mengena," katanya menjelaskan.

Dia berharap, ketika pemahaman dan kesadaran mahasiswa semakin baik, maka perilakunya juga mengikuti pemahaman tersebut. "Ke depan, kegiatan seperti ini akan terus dikembangkan. Tidak hanya di Undip saja tetapi juga di kampus yang lain di Jawa Tengah dengan koordinasi Unesco dan UI," tuturnya.(mrg)(rhs)

Sumber: http://kampus.okezone.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6156