''Donor Darah Investasi Kehidupan''
Tanggal: Tuesday, 06 March 2012
Topik: Narkoba


INILAH.COM, 03 Maret 2012

Kupang - Donor darah merupakan suatu investasi kehidupan. Karena, setetes darah bisa menyelamatkan jiwa manusia.

Untuk itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Kabupaten Kupang mulai tahun ini akan melaksanakan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi organisasi PMI termasuk kegiatan donor darah dan ceramah kepada masyarakat mengenai ancaman penyakit masyarakat modern yaitu HIV/AIDS.

Ketua PMI Kabupaten Kupang, Drs. Hendrik Paut, M.Pd megatakan hal itu saat memberikan sambutan pada acara aksi donor darah dan penanaman pohon yang dikaitkan dengan kegiatan Rapat Umum Anggota Badan Perwakilan Mahasiswa XII Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Artha Wacana Kupang bekerja sama dengan KNPI Kabupaten Kupang dan Unit Transfusi Darah Provinsi NTT di gereja Efata Desa Oesena Kecamatan Amarasi, Jumat (2/3).

Menurut Paut yang juga Sekda Kabupaten Kupang ini, kehadiran Badan Perwakilan Mahasiswa FKIP UKAW di Desa Oesena Kecamatan Amarasi Kabupaten Kupang merupakan kegiatan dalam rangka mengimplementasikan salah satu fungsi perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat. Disamping ada kegiatan untuk refleksi organisasi, tetapi ada kegiatan kemasyarakatan dan pelayanan sosial.

“PMI baru kita usahakan rintis di Kabupaten Kupang. Kebetulan saya dipercaya sebagai ketua PMI Kabupaten Kupang. Mulai tahun ini kita baru akan melaksanakan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan tugas dan fungsi organisasi PMI. Salah satu kegiatan yang akan kita lakukan adalah kegiatan donor darah dan ceramah kepada masyarakat mengenai ancaman penyakit masyarakat modern yaitu HIV/AIDS,” ungkap Ketua PMI Kabupaten Kupang, Drs. Hendrik Paut, M.Pd ketika memberikan sambutan pada acara donor darah yang dikaitkan dengan kegiatan Rapat Umum Anggota Badan Perwakilan Mahasiswa XII Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Artha Wacana Kupang bekerja sama dengan KNPI Kabupaten Kupang dan Unit Transfusi Darah Provinsi NTT di Desa Oesena Kecamatan Amarasi, Jumat (2/3).

Acara yang digelar di Gereja Efata Hukou Oesena Klasis Amarasi Timur itu selain dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kupang yang juga Ketua PMI Kabupaten Kupang, Hendrik Paut hadir pula Dekan FKIP UKAW Kupang, Lince Pellu, Wakil Ketua KNPI NTT, Heri Boki, Ketua KNPI Kabupaten Kupang, Ren Dano beserta pengurus KNPI Kabupaten Kupang, Camat Amarasi, Semuel Tinenty, Kapolsek Amarasi, Ipda Agus Jangur beserta anggota, Danramil 1604-07 Amarasi, Kapten Abdullah Lou beserta anggota, Plt Kabag Humas Setda Kabupaten Kupang, Stefanus Baha, Wakil Kepala Unit Transfusi Darah PMI Provinsi NTT, Maria Surina dan petugas Unit Transfusi Darah PMI Provinsi NTT, mahasiswa FKIP UKAW, mahasiswa Politeknik Kesehatan Kupang serta masyarakat Desa Oesena dan sekitarnya.

Hendrik Paut pada kesempatan itu menjelaskan, donor darah merupakan suatu investasi kehidupan. Karena, setetes darah bisa menyelamatkan jiwa manusia. “Tetapi praktek selama ini yang terjadi bahwa kita masih alergi dan kesadaran masyarakat untuk membantu sesamanya dengan donor darah masih sangat kecil. Indikatornya adalah bahwa rumah sakit selalu kekurangan darah ketika orang membutuhkan. Padahal, jumlah penduduk kita perkembangannya cukup pesat. Tapi orang takut untuk melaksanakan untuk donor darah,” ungkapnya.

Dijelaskan, kegiatan yang dilakukan selain untuk menyiapkan kebutuhan darah bagi masyarakat dan bagi pasien yang membutuhkan, sekaligus sosialisasi kepada masyarakat supaya orang tidak lagi merasa alergi dan takut untuk menyumbangkan darahnya bagi sesama.

Hendrik menjelaskan,, PMI Kabupaten Kupang bekerja sama dengan Unit Transfusi Darah PMI Provinsi NTT dan KNPI Kabupaten Kupang serta BPM FKIP UKAW melalui kegiatan yang digelar di Desa Oesena mensosialisasi tentang pentingnya donor darah dalam rangka menyelamatkan jiwa manusia.

“Ketika kita memberikan darah suatu kesadaran bahwa kita ingin melakukan sesuatu terhadap sesama. Informasi yang saya peroleh, ketersediaan darah di Rumah Sakit Umum Kupang sekarang ini menipis karena ancaman deman berdarah yang melanda Kota Kupang. Mudah-mudahan dengan kegiatan bakti sosial donor darah yang kita lakukan hari ini akan menjadi sumbangsih yang akan berharga. Kita menolong saudara-saudara kita yang terkena serangan deman berdarah,” jelasnya.

Dijelaskan, PMI Kabupaten Kupang berusaha memasyarakatkan kesadaran untuk memberikan darahnya bagi sesama.

“Kepada masyarakat Desa Oesena, tentu ini menjadi kesempatan untuk menerima ilmu dari mahasiswa yang sedang melakukan kegiatan dan juga akan dilakukan penanaman anakan. Ini sejalan dengan program nasional menanam satu miliar pohon. Kalau kita di Kabupaten Kupang kebijakan Bupati Kupang, gerakan tanam paksa paksa tanam,” katanya.

Wakil Kepala Unit Transfusi Darah PMI Provinsi NTT, Maria Surina pada kesempatan itu menjelaskan, kebutuhan darah di Provinsi NTT khususnya Kota Kupang dan sekitarnya setiap tahunnya makin meningkat. Kebutuhan darah setiap bulan diatas 600 kantong darah.

“Ini untuk semua masyarakat yang berada di wilayah Kupang dan sekitarnya baik di Kota Kupang, Kabupaten Kupang dan Kabupaten TTS. Tapi saat ini kabupaten lain sudah memiliki Unit Transfusi Darah. Kita harapkan dengan adanya kegiatan-kegiatan donor darah, kita dapat membantu sesama kita,” ungkapnya.

Dijelaskan, kebutuhan darah sangat fluktuatif. Di mana, kebutuhan setiap bulannya 600 kantong darah. Saat ini musim demam berdarah, kebutuhan darah sangat tinggi. Karena saat musim demam berdarah membutuhkan sekali banyak transfusi untuk meningkatkan trombosit darah.

Dijelaskan, di NTT penyumbang darah terbanyak adalah anggota TNI dan Polri. Karena personil mereka sangat banyak.

Selain dilakukan donor darah, juga dilakukan penanaman anakan cendana di lingkungan gereja oleh Sekda Kabupaten Kupang, Hendrik Paut, Ketua KNPI Kabupaten Kupang, Ren Dano, Camat Amarasi, Semuel Tinenty serta Dekan FKIP UKAW Kupang, Lince Pellu. [mar]

Sumber: http://sindikasi.inilah.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6158