Karaoke Berkedok Izin Rumah Makan Bermunculan di Rembang
Tanggal: Tuesday, 06 March 2012
Topik: Narkoba


Suaramerdeka.com, 03 Maret 2012

REMBANG – Pengusaha karaoke di Kabupaten Rembang semakin jeli memanfaatkan peluang. Kerap disorot warga terutama saat Bulan Ramadhan, pengusaha kini berlindung dibalik izin pendirian resto maupun rumah makan untuk membuka room (ruangan) karaoke.

Tercatat ada tiga usaha karaoke baru berlabel keluarga yang didirikan di Kota Rembang. Karaoke keluarga itu “menempel” di rumah makan maupun resto yang didirikan pemiliknya. Kepala Kantor Perizinan dan Pelayanan Terpadu (KPPT) Rembang Sri Sugiyarti menyebutkan, belum ada satu pun pengajuan izin pendirian kafe dan karaoke keluarga.

"Kalau pendirian rumah makan maupun resto memang ada. Kami mengeluarkan sejumlah izin untuk itu. Hanya saja mereka tak menyebutkan jika akan membuka kafe dan karaoke, apalagi yang berlabel karaoke keluarga," terangnya, Sabtu (3/3).

Menurutnya, pengusaha harus jujur dalam mengajukan perizinan. Jika dalam usaha resto maupun rumah makan ada fasilitas kafe dan karaoke, pengusaha wajib menyebutkan. "Idealnya memang demikian. Sebab usaha serupa memang sangat sensitif terutama di bulan-bulan tertentu," jelasnya.

Keberadaan kafe dan karaoke ini juga sempat disorot Wakil Bupati Abdul Hafidz. Pada sebuah kegiatan yang dihadirinya baru-baru ini, Hafidz mendesak pengusaha kafe dan karaoke maupun warung kopi lelet segera mengurusi perizinan. Selain itu, mereka dilarang mempekerjakan gadis di bawah umur.

Pengusaha juga wajib memeriksakan kesehatan wanita pekerja kafe dan karaoke secara rutin. Hal ini dimaksudkan untuk meminimalisasi penyebaran penyakit menular berbahaya seperti HIV/AIDS.

Sumber: http://www.suaramerdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6160