Dua Bulan 13 Warga di Siantar Terjangkit HIV AIDS
Tanggal: Tuesday, 06 March 2012
Topik: HIV/AIDS


TRIBUNNEWS.COM, 06 Maret 2012

PEMATANGSIANTAR - Penderita HIV/AIDS di Kota Pematangsiantar, semakin marak menjangkit para kelompok resiko tinggi (resti). Sebanyak 107 orang positif mengidap penyakit paling dihindari itu sejak tahun 2010 hingga Juni 2011 di Kota Pematangsiantar.

Dari data yang dihimpun dari hasil laporan Klinik VCT (Voluntary Conseling Test) untuk tahun 2011, kebanyakan yang terinfeksi adalah pengguna Narkoba (IDU) dan pelanggan pekerja seks. Merupakan data yang disampaikan kepada Komisi Penanggulangan AIDS Kota Pematangsiantar.

Jumlah tersebut, terdiri dari 27 orang terinfeksi virus HIV dan 80 orang positif AIDS. Hal itu dijelaskan oleh Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPAIDS) Kota Pematangsiantar, Agus Marpaung, Senin (5/3/2312).

Sedangkan, berdasarkan data yang diperoleh dari klinik VCT (Voluntary Conseling Test) RSUD Djasamen Saragih, Pematangsiantar, terhitung sejak Februari hingga Nopember 2011, 43 warga positif mengidap HIV/AIDS. Yang secara berurut dari bulan Februari 2 orang, Maret 5 orang, April 5 orang, Mei 5 orang, Juni 3 orang, Juli 2 orang, Agustus 4 orang, Oktober 8 orang, November 4 orang, dan Desember 4 orang.

Sedangkan untuk tahun 2012 terhitung Januari dan Februari, jumlah yang positif terinfeksi HIV sebanyak 10 orang dan 3 orang. Dan disampaikan, angka kematian penderita AIDS tahun 2012 ada satu orang di bulan Februari.

Pengguna Narkoba dari kelompok pengguna Jarum suntik (Pengasum) adalah kelompok paling banyak terinfeksi, yang diikuti oleh pelanggan pekerja seks, dan pasangan resiko tinggi (Resti). Sedangkan kelompok umur yang paling banyak terinfeksi adalah usia antara 25-49 tahun.

"Satu diantara penderita dengan jenis kelamin perempuan, telah meninggal dunia, Februari 2012 ini," ujarnya.

Penularan HIV/AIDS bisa melalui berbagai cara seperti menggunakan jarum suntik secara bergantian, hubungan seks berganti-ganti pasangan, dari ibu ke anak saat menagndung dan menyusui sehingga orang lain sangat berisiko terkena apabila sering melakukan hal-hal di atas. Juga para IDU akan besar kemungkinan terinfeksi virus berbahaya tersebut.

Dalam menanggulangi penularan penyakit mematikan itu, KPAIDS Pematangsiantar telah melakukan berbagai upaya diantaranya, melakukan penyuluhan, pemberian kondom pada kelompok beresiko tinggi (waria, lelaki suka lelaki, WTS, dan pada pelanggan pekerja seks), dan memberi penjelasan tentang penggunaan jarum suntik steril pada kelompok pengasum.

KPA Pematangsiantar secara rutin melakukan konseling dan tes HIV sukarela di RSUD, pelayanan penapisan infeksi menular seksual (IMS) di Puskesmas Tomuan, dan melakukan pendidikan sebaya.

“Dalam Pendidikan sebaya, anak sekolah diajari hingga bisa memberi penjelasan terkait penularan HIV/AIDS," ujarnya.

Pemberian sosialisasi dan pencegahan tetap dilakukan, terutama dengan pemberian kondom kepada kelompok resti. Untuk tahun 2012 saja, telah diberikan sebanyak 6.048 buah. Dan dilakukan pemahaman informasi bahaya dan pencegahannya kepada 60 orang. Kemudian dilakukan penapisan Infeksi Menular Seksual (IMS) 38 orang dan mendapat pengobatan IMS 12 orang. Sementara populasi resti yang mengikuti Konseling dan tes HIV sukarela selama dua bulan 142 orang.

Sumber: http://www.tribunnews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6173