Kasus HIV/AIDS di Bali Meninggat Tajam
Tanggal: Tuesday, 06 March 2012
Topik: HIV/AIDS


Berita8.com, 06 Maret 2012

Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Bali menyebutkan kasus hiv/AIDS di Provinsi Bali meningkat tajam.

"Secara kumulatif kasus HIV/AIDS dari tahun 2007 hingga akhir 2011 di Bali meningkat cukup signifikan (tajam). Pada tahun 2010 warga yang terjangkit sebanyak 4.210, sedangkan akhir 2011 terjangkit sebanyak 5.222 orang," kata Ketut Sukanata, anggota KPAD Provinsi Bali di Denpasar, Selasa (6/3/2012).

Pada pertemuan konsultatif Forum SKPD Kota Denpasar, ia mengatakan, jumlah kasus HIV/AIDS di Bali yang tertinggi sejak 1987-2011 terjadi di Kota Denpasar sebanyak 1.141 orang.

Disusul Kabupaten Badung 586 kasus, Badung 394, Gianyar 279, Tabanan 174, Karangasem 80, Klungkung 46, Jembrana 38 dan Bangli 41 kasus.

"Kasus HIV/AIDS berdasarkan umur adalah usia produktif 20-29 tahun mencapai 1.197 orang, sedangkan umur 30-39 sebanyak 969 orang," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, dr Luh Putu Sri Armini menyebutkan, tahun 2009 prevalensi HIV pada ibu hamil sebanyak 257 orang pada delapan bidan praktek swasta yang tertular HIV sebanyak tiga orang.

Sedangkan pada tahun 2010, kata dia, semua bidan yang dilatih di Kota Denpasar dan Kabupaten Badung diminta merujuk semua ibu hamil yang datang ke tempat prakteknya untuk tes HIV di klinik VCT.

"Sebanyak 400 orang ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di bidan praktek swasta ternyata setelah dirujuk ke klinik VCT yang positif terjangkit HIV sebanyak empat orang," katanya.

Oleh karena itu, kata dia, instansi terkait dan LSM peduli AIDS agar terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya dari penyakit mematikan ini.

"Hingga saat penyakit AIDS belum ditemukan obatnya. Namun bagi warga yang sudah terjangkit adalah dengan cara menjaga kesehatannya, dengan teratur meminum obat yang dianjurkan oleh dokter," ujarnya.

Untuk mencegah meningkatkan penyakit tersebut, kata dia, dikalangan generasi muda, maka perlu membentuk kelompok kerja (pokja) baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.

"Hampir semua sekolah di tingkat SMA/SMK di Denpasar telah membentuk pokja tersebut dalam upaya mensosialisasikan pencegahan penyakit itu," kata Sri Armini. (Fat/Ant)

Sumber: http://www.berita8.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6175