Organisasi dan Aktivis Perempuan Gelar Aksi dan Diskusi
Tanggal: Monday, 12 March 2012
Topik: Narkoba


Harian Analisa, 12 Maret 2012

Medan: Dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Maret, seluruh aktifis dan organisasi perempuan se-Sumatera Utara menggelar aksi turun ke jalan. Aksi tersebut dimulai dari Taman Beringin dan kembali lagi ke taman yang berada di depan rumah dinas Gubernur Sumut tersebut dan selanjutnya diteruskan dengan diskusi bersama Anggota DPD RI Prof Darmayanti Lubis.

Di kesempatan itu, Ketua P5A Saurma MGP Siahaan menyerukan kepada pemerintah ada aparat serta publik terkait pemenuhan hak azasi perempuan tidak memandang sebelah mata akan hak-hak perempuan. Dan bagi seluruh organisasi perempuan agar bersatu untuk mendapatkan haknya itu dan saling bergandeng tangan.

"Setidaknya, dalam Pekan Hari Perempuan Internasional tahun ini, tahun ini merupakan embrio dari kebangkitan perempuan di Medan dan harus terus ditingkatkan," tegas Saurma.

Sementara Ketua FJPI, Khairiah lubis menambahkan, dalam rangka Hari Perempuan se-Dunia, FJPI menyatakan keprihatinan yang dalam atas berbagai sikap politik DPRD Sumatera Utara yang mengabaikan perspektif gender, menihilkan peran perempuan, dan tidak memperhitungkan porsi perempuan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

"DPRD Sumatera Utara juga mengabaikan peran perempuan dalam penetapan Komisi Penyiaran Di Indonesia Daerah (KPID- SU)," tegas Khairiah yang akrab disapa Awi ini.

Telah Mereduksi

Kemudian, ia mengungkapkan, Komisi A DPRD Sumatera Utara telah mereduksi prinsip keterwakilan rakyat dalam uji publik komisioner KPID Sumut, karena mengganti objektivitas kerakyatan menjadi subjektivitas kepentingan partai/kelompok dan pribadi dalam penetapan jabatan publik di KPID Sumut.

Bersamaan dengan kegiatan tersebut, Ketua Lembaga Kajian Pesada, Dina Lumban Tobing di kesempatan ini melontarkan berbagai aspirasi agar Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/ Kota memberi perhatian kepada kaum perempuan, khususnya, perempuan muda yang mengalami kerentanan penularan HIV/AIDS, kanker serviks, payudara, dan penyakit menular seksualitas lainnya.

Anggota DPR RI Darmayanti Lubis yang turut hadir mengungkapkan, program pemerintah tentang kesehatan perempuan, khususnya ibu dan anak dalam penerapannya masih jauh dari yang diharapkan.

Untuk itu ia mengajak seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama mengawasi program pemerintah tentang Jaminan Persalinan ( Jampersal), Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), dan Keluarga Berencana (KB).

Sebelumnya, kegiatan yang dilaksanakan guna memperingati Hari Perempuan Internasional itu, yakni sosialisasi masalah perempuan berupa talkshow di beberapa radio, antara lain Lite FM, i Radio, M Radio, RRI Pro 1, radio Sonya, City Radio.

Jalan santai tersebut diikuti Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI), BARSDEM, Feminis Muda, Forum P5A, HAPSARI, Kaukus Perempuan, FMPA, Koalisi Perempuan Indonesia Daerah SUMUT, PAKKAR, PERWOSI, PESADA, PKPA, PSGA-UNIMED, YAK, DAN YAPIDI. (mc)

Sumber: http://www.analisadaily.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6207