Napi HIV/AIDS Belum Tentu Terjangkit di Lapas
Tanggal: Tuesday, 13 March 2012
Topik: HIV/AIDS


VIVAnews, 13 Maret 2012

Sebanyak 14 narapidana di Lapas Pemuda Tangerang positif terjangkit virus HIV/AIDS. Ratusan lainnya terindikasi mengidap virus mematikan ini.

Humas Direktorat Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Akbar Hadi menyatakan, kebanyakan napi pengidap HIV/AIDS sudah terjangkit sebelum masuk lapas.

"Ada masa inkubasinya sekitar 5-10 tahun. Jadi artinya, mereka terjangkitnya belum tentu di dalam," ujar Akbar kepada VIVAnews, Selasa 13 Maret 2012.

Akbar menuturkan, penularan virus HIV/AIDS juga tidak mudah. Kecuali para napi melakukan hubungan seksual dan menggunakan jarum suntik bekas pakai pengidap HIV.

"Kalau mereka berantem dan darahnya kena, juga terjadi penularan. Jadi media-media penularannya sudah kami sampaikan ke para napi," katanya.

Ditjen PAS sendiri, kata Akbar, sudah melakukan antisipasi terhadap penularan dan penanggulangan virus HIV/AIDS di dalam lapas. Sebelum masuk, pihak lapas atau rutan selalu memberikan informasi atau bimbingan konseling terkait virus HIV/AIDS dan penularannya. Jumlah petugas pelayanan, perawatan dan dukungan pengobatan juga ditingkatkan.

Di dalam lapas dan rutan juga ada alur informasi. Napi yang dicurigai diberikan konseling melalui berbagai program terkait HIV/AIDS.

"Nanti akan ada pilihan secara sukarela, apakah dia mau dites HIV/AIDS atau tidak. Karena kan tes HIV itu tidak wajib, harus ada sukarela dari orangnya," tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah membuat buku rencana aksi nasional penanggulangan HIV/AIDS dan penyalahgunaan narkotika di lembaga pemasyaratakan seluruh Indonesia.

"Jadi artinya, Ditjen PAS sudah serius mengatasi masalah HIV/AIDS di lapas dan rutan. Jadi kita sudah komprehensiflah. Juga dukungan-dukungan dari LSM yang concern pada penyakit HIV/AIDS," ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Lapas Pemuda Tangerang Kunto Wijoyo menuturkan, ada 14 napi yang positif terinfeksi HIV/AIDS. Dari 2.096 napi yang mendekam di Lapas Pemuda Tangerang, diperkirakan penderita virus HIV/AIDS sekitar lima persennya.

"Mayoritas napi di sini adalah pecandu narkoba. Kami belum melakukan tes," ucapnya.

Menurut Kunto, virus penyakit tersebut biasanya dibawa oleh para napi dari luar penjara. Ketika masuk di penjara, kemungkinan virus menyebar ke napi lainnya.

"Makanya kami selalu mengimbau kepada rekan penjaga agar berhati-hati. Saat napi itu berkelahi, jangan sampai ada darah atau luka yang mengenai mereka," jelasnya.

Napi yang positif mengidap virus HIV/AIDS, kini mendapat perawatan rutin dari tim dokter. Termasuk pemberian obat methadone yang di drop dari Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, setiap minggunya. (umi)

Sumber: http://metro.vivanews.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6216