PSK Medan Dianggap Pemicu Peningkatan HIV/AIDS
Tanggal: Wednesday, 14 March 2012
Topik: HIV/AIDS


Berita Sore, 13 Maret 2012

MEDAN: Peringatan Hari Perempuan Se Dunia (Women Day) yang jatuh pada setiap 8 Maret, menjadi catatan penting bagi perempuan Kota Medan. Bagaimana tidak, di kota ini sebagian wanitanya dianggap pemicu peningkatan penderita HIV/AIDS, wanita yang dimaksud adalah para Pekerja Seks Komersial (PSK) atau belakangan disebut Wanita Pekerja Seks (WPS).

“Kini WPS dibedakan dalam dua katagore. Pertama WPS Langsung (WPSL) dan WPS Tidak Langsung (WPSTL). Biasanya WPSL beroperasi di tempat-tempat hiburan lokalisasi, sedangkan WPSTL beroperasi di kafe-kafe atau tempat hiburan, hotel, salon dan lain sebagianya,” ucap Project Offiecer Global Fund, Dinas Kesehatan Sumut, Andi Ilham Lubis, kepada Berita, Senin (12/03).

Itu bukan isapan jempol, dari data Komisi Penganggulangan AIDS (KPA) Kota Medan per Desember 2011 diketahui dalam enam tahun terakhir, tercatat sudah 2.904 penderita. Dari jumlah itu, 538 di antaranya meninggal dunia. Nah, dari 1.191 WPS yang ada di Medan, penderita HIV/AIDS sebanyak 155 orang.

Jumlah WPS yang terdata ini menyebar di dua puluh kecamatan yang ada di Medan. Dan, wilayah kecamatan penyumbang WPS terbanyak adalah Medan Selayang dengan 193 WPS. Peringkat kedua diduduki Medan Tuntungan 171 WPS dan ketiga, Medan Timur dengan 125 WPS.

“Ini menjadi peringatan bagi para pria hidung belang agar mengambil pelajaran dari kasus tersebut. Jika tidak, bukan tidak mungkin dia menambah daftar penderita HIV/AIDS di Medan,” sebut Andi.

Dikatakannya, satu WPS bisa melayani hingga 8 orang pria hidung belang secara bergantian setiap harinya. Jika WPS mengidap HIV positif, maka virus tersebut tentunya akan menular. Karena perilaku berganti-ganti pasangan dan tidak mengenakan pengaman saat berhubungan menyebabkan orang tersebut lebih berisiko tertular HIV/AIDS.

“Jika penggunaan kondom, maka resiko tertular HIV/AIDS semakin kecil. Sebenarnya penularan HIV/AIDS melalui hubungan seksual tidak sampai 0,1 persen. HIV/AIDS lebih cepat tertular jika tidak menggunakan kondom saat berhubungan. Karena luka pada alat kelamin yang dialami lebih berpotensi menularkan HIV/AIDS,” jelasnya. (don)

Sumber: http://beritasore.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6219