Tingkatkan Kualitas Keluarga, BKKBN Gandeng NU
Tanggal: Thursday, 15 March 2012
Topik: Narkoba


okezone.com, 15 Maret 2012

JAKARTA - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) hari ini menggelar Rakornas dengan Muslimat Nahdatul Ulama (NU) dan Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdatul Ulama (LKK NU).

Rakornas kali ini bertema Dengan Hasil Sensus Penduduk Tahun 2010 Kita Optimalkan Pelaksanaan Percepatan Revitalisasi Program Kependudukan Nasional Melalui Kerjasama BKKBN dengan LKK NU dan Muslimat NU Tahun 2012.

Tujuan kerjasama antara BKKBN dengan Muslimat NU dan LKK NU ini ialah untuk meningkatkan kualitas Keluarga Berencana (KB) demi mendukung program kependudukan dan KB.

Kepala BKKBN Sugiri Syarief dalam pidato sambutannya mengatakan, kondisi pertumbuhan Indonesia masih dalam taraf memprihatinkan. Baik dari segi jumlah maupun rendahnya kualitas dari penduduk Indonesia itu sendiri. Tingginya angka pernikahan dini bagi generasi muda yang tidak produktif menjadi pekerjaan rumah ke depan.

"Bagaimana meningkatkan anak-anak kita untuk semakin panjang dunia sekolahnya, jangan buru-buru dikawinkan atau keluar dari sekolah. Agar anak-anak kita ini tidak buru-buru menikah tapi sekolah dan sekolah," ujar Sugiri dalam acara Rakornas BKKBN dengan muslimat NU dan LKK NU di Auditorium BKKBN, Jalan Permata No 1, Halim Perdana Kusuma, Jaktim, Kamis (15/3/2012).

Persoalan kependudukan, lanjut Sugiri, tidak mudah diurai karena penduduk Indonesia saat ini belum seperti yang diharapkan. "Banyak hal yang harus diperbaiki, perbaikan dimulai dari diri kita dan keluarga kita. Kondisi keluarga masih banyak harus disempurnakan seperti konsep keluarga itu sendiri," sambungnya.

Sugiri juga memberi catatan soal bahaya dari penyakit HIV AIDS yang dominan dijangkiti oleh generasi muda. Para generasi muda menurutnya perlu diproteksi agar terhindar pengaruh-pengaruh negatif tersebut.

"Persoalan kesehatan penderita HIV AIDS di Indonesia generasi muda harus jadi perhatian bersama. Karena jika tidak, masa depan generasi muda betul-betul tidak akan tertolong lagi," tuturnya.

Selanjutnya, Sugiri menambahkan, selain persoalan seks bebas, bahaya peredaran dan penggunaan narkoba oleh generasi muda perlu menjadi perhatian bersama termasuk para orangtua.

"Disisi lain persoalan narkoba yang mencuat juga memprihatinkan kita, generasi muda semakin akrab dengan narkoba, juga tokoh-tokoh. Tapi kita punya tugas bagaimana generasi muda kita terhindar dari narkoba," pungkasnya.

Turut hadir dalam acara ini Kepala BKKBN Sugiri Syarief, Ketua PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, Ketua PP LKK NU Arief Mudatsir, pejabat eselon I dan II BKKBN, perwakilan Muslimat NU dari 31 provinsi dan LKK NU dari 22 provinsi di Indonesia.

Untuk diketahui, Muslimat NU merupakan badan otonom NU yang menjadi pelaksana kebijakan NU yang berkaitan dengan kelompok masyarakat tertentu. Muslimat NU secara resmi dibentuk pada 29 Maret 1946 pada penutupan kongres NU XVI. Jaringan Muslimat NU meliputi 31 provinsi, 339 cabang, dan 2.650 anak cabang.

Sedangkan LKK NU ialah lembaga yang merupakan pelaksana kebijakan NU yang berkaitan dengan suatu bidang tertentu. LKK NU memiliki program pokok pengkajian sosial keagamaan, pengembangan wawasan keluarga sejahtera, pelayanan kesehatan masyarakat, advokasi kependudukan dan lingkungan hidup. Jaringan organisasi LKK NU meliputi 22 wilayah dan 50 lebih cabang.

BKKBN sendiri memiliki kesepakatan bersama dengan LKK NU di bidang pemberdayaan dan peningkatan kualitas keluarga dalam mendukung program KKB didasari adanya perubahan lingkungan strategis di era desentralisasi serta untuk memberdayakan dan meningkatkan kualitas keluarga dalam mendukung program KKB.

(ful)

Sumber: http://news.okezone.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6231