RSU Pandanarang Rawat Pasien AIDS
Tanggal: Thursday, 15 March 2012
Topik: Narkoba


Suaramerdeka.com, 15 Maret 2012

BOYOLALI - RSU Pandanarang Boyolali merawat seorang lelaki penderita AIDS. Lelaki tersebut berinisial, On (35) dirawat di ruang isolasi sejak seminggu lalu. Tim dokter memantau ketat kondisi kesehatannya.

Menurut Direktur RSU Pandanarang, dokter Endang Sriwidati, pasien itu awalnya sakit batuk. Dia sudah berobat ke dokter, namun tidak juga sembuh. Selanjutnya, dia berobat ke dokter swasta yang juga memiliki poliklinik rawat inap. Oleh dokter, pasien itu diminta untuk menjalani rawat inap. Saat itulah, dia dicurigai menderita AIDS.

Selanjutnya, pasien dirujuk ke RSU Dr Moewardi, Solo. Berdasarkan hasil tes darah, ternyata dipastikan positif menderita AIDS. Hanya saja, keluarga pasien meminta pulang paksa karena terkendala biaya. Pihak keluarga mengajukan perawatan dengan menggunakan fasilitas Jamkesda sehingga kemudian disarankan untuk dirawat ke RSU Pandanarang milik Pemkab Boyolali. “Tim dokter kemudian menempatkannya di ruang isolasi,” katanya, Kamis (15/3).

Tim dokter, lanjut Endang, juga berusaha mengetahui riwayat kesehatan pasien. Namun demikian, untuk memberitahu kondisinya, tim tak bisa gegabah. Pemberitahuhan bakal dilakukan tim khusus, termasuk saran tentang upaya menjaga kesehatan selanjutnya. Pasalnya, penderita HIV/AIDS harus rajin berobat, bahkan harus mengonsumsi obat seumur hidup. “Kami memberikan fasilitas Jamkesmas untuk mengkover biaya perawatan dan obatan- obatan,” ujarnya.

Pasien tersebut bukan satu- satunya penderita HIV/AIDS yang dirawat di RSU Pandanarang. Bulan Februari, bahkan rumah sakit itu membantu persalinan seorang wanita penderita HIV. Persalinan dilakukan melalui operasi. Dokter dan perawat harus menggunakan peralatan dan alat pengaman diri atau baju seragam sesuai ketentuan. “Kami tahu kalau pasien itu menderita HIV berdasarkan rujukan Puskesmas," kata Endang.

Yang membuat trenyuh, bayi yang dilahirkan pun ternyata juga positif HIV. Demikian pula anak pertamanya yang masih balita juga dinyatakan positif. Namun, ternyata sang suami justru negatif. “Kami bersama tim Puskesmas dan bidan desa terus memantau kondisi kesehatan pasien itu, termasuk kedua anaknya," imbuhnya.

Sumber: http://www.suaramerdeka.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6233