Annie Lennox Kampanye AIDS di Parlemen Skotlandia
Tanggal: Friday, 16 March 2012
Topik: Narkoba


Kapanlagi.com, 16 Maret 2012

Penyanyi eksentrik Annie Lennox mengunjungi Parlemen Skotlandia dan berkampanye mengenai bahaya AIDS di depan para politisi. Ia berpendapat sudah waktunya isu ini mendapat perhatian lebih.

Annie memperingatkan, dalam waktu 10 tahun AIDS berkembang sangat cepat. Ia bahkan membawa data berisi grafik peningkatan seiring dengan globalisasi negara-negara dunia ketiga. Dikatakan penyanyi No More I Love You ini, ia merasa terbebani setelah beberapa kali melihat kematian akibat AIDS di Afrika, dengan mata kepala sendiri.

"Aku mengunjungi sebuah rumah yang dikepalai oleh seorang bocah," ujar Annie dalam kampanyenya, "Orangtuanya sudah meninggal, dia harus mengurus sendiri kehidupannya, padahal anak ini sakit. Aku mengunjungi klinik-klinik, rumah berisi orang sakit, dan melihat bayi-bayi. Banyak di antara mereka yang bahkan tak punya kesempatan sampai ulang tahun ke-5." "Kadang aku merasa kewalahan, kadang aku merasa begitu putus asa. Tapi bukan berarti aku bisa mundur dan pergi begitu saja.." kata wanita 57 tahun ini.

"Aku meminta semua orang di ruangan ini untuk menyusun ulang tujuan kita, untuk bertanya pada dirimu sendiri apa yang bisa kita berikan kepada mereka yang menderita. Besar atau kecil, itu bukan masalah. Aku berharap kehadiranku saat ini bisa menginspirasi satu orang saja untuk melakukan sesuatu, entah itu berbagi waktu, berbagi pengetahuan, atau menyumbangkan sesuatu. Lakukanlah, Anda akan tahu hal itu sangat layak," ucap Annie, menutup kampanye.

Annie Lennox telah mendapat banyak penghargaan melalui aktivitas peduli sesama, terutama mengenai HIV dan AIDS. Tahun 2009, penyanyi yang telah merilis lima album solo ini bahkan menerima Nobel Perdamaian atas pelayanannya terhadap sesama. (cmc/rea)

Sumber: http://www.kapanlagi.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6240