Kesadaran Perempuan Pakai Kondom Lebih Tinggi dari Pria
Tanggal: Monday, 19 March 2012
Topik: Narkoba


detikHealth, 16 Maret 2012

Jakarta, Kondom merupakan salah satu alat yang bisa digunakan untuk mencegah penularan infeksi seksual seperti HIV/AIDS. Tapi ternyata kesadaran untuk menggunakan kondom lebih tinggi dimiliki perempuan ketimbang laki-laki.

dr HM Subuh, MPH selaku Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung (PPML) Kementerian Kesehatan menuturkan pada tahun 2011 target penggunaan kondom pada perempuan sebesar 35 persen dan laki-laki 20 persen, tapi ternyata hanya perempuan yang mencapai target sedangkan laki-laki hanya sekitar 18 persen atau di bawah target.

"Pada kenyataannya dari angka 35 persen itu tadi menandakan bahwa kesadaran perempuan lebih tinggi untuk melindungi dirinya sendiri atau melindungi penularan itu dari orang lain, mungkin secara kodratnya wanita lebih banyak patuh," ujar dr HM Subuh dalam acara temu media di Gedung Kemenkes, Jumat (16/3/2012).

Padahal data proporsi kasus AIDS yang terjadi di Indonesia berdasarkan jenis kelaminnya sampai dengan September 2011 menunjukkan sebanyak 71 persen pengidap HIV/AIDS adalah laki-laki dan perempuan 28 persen.

"Kemungkinan pria jauh lebih mudah tertular karena ia lebih mudah mendapatkannya dan gaya hidupnya memang lebih berisiko daripada perempuan. Jadi sudah berisiko tapi tidak patuh," ungkapnya.

Sedangkan proporsi kumulatif kasus AIDS berdasarkan faktor risiko sampai dengan tahun 2010 diketahui dari heteroseksual sebesar 55 persen, penasun (pengguna narkoba suntik) sebesar 34 persen, homoseksual sebesar 4 persen, lain-lain sebesar 3 persen dan tidak tahu sebesar 4 persen.

"Semakin kita tahu faktor risiko yang ada, maka semakin kita tahu cara-cara apa yang perlu dilakukan untuk intervensinya," ujar dr HM Subuh.

Sampai saat ini secara proporsi, Provinsi Papua masih yang tertinggi untuk kasus AIDS dan kecenderungannya adalah heteroksesual dengan hubungan seks yang tidak aman. Hal ini karena di Papua sekitar 98 persen adalah heteroseksual.

"Pelayanan komprehensif untuk HIV/AIDS di Papua tahun 2012 sudah ada di tingkat layanan dasar atau Puskesmas, saat ini ada di 2 tempat yaitu Sorong dan Jayapura," ungkapnya.

Sementara itu 10 provinsi dengan kumulatif jumlah kasus AIDS terbanyak sampai dengan September 2011 adalah:

  1. Jawa Timur (4318 kasus)
  2. Papua (4005 kasus)
  3. DKI Jakarta (3998 kasus)
  4. Jawa Barat (3804 kasus)
  5. Bali (2331 kasus)
  6. Jawa Tengah (1315 kasus)
  7. Kalimantan Barat (1125 kasus)
  8. Sulawesi Selatan (726 kasus)
  9. DIY (538 kasus)
  10. Sulawesi Utara (509 kasus)

Untuk itu saat ini pemerintah terus meningkatkan dan mensosialisasikan penggunaan kondom baik di tingkat agama atau masyarakat lainnya, dan secara nasional penggunaan kondom belum mencapai target.

"Ini tidak bisa ditembus oleh sektor kesehatan saja, tapi semuanya harus memberikan kesadaran terhadap perlindungan diri dengan pemakaian kondom," ujar dr HM Subuh. (ver/ir)

Sumber: http://health.detik.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6243