Daniel, Pahlawan Kemanusiaan dari Sugapa
Tanggal: Monday, 19 March 2012
Topik: Narkoba


Liputan6.com, 18 Maret 2012

Nabire: Papua, daerah timur di Indonesia ini bagai anak tiri di negerinya sendiri, terbelakang dan selalu tertinggal dari daerah lain. Penduduknya banyak yang masih terbelakang. Jangankan menikmati pendidikan, akses kesehatan juga barang langka bagi mereka. Tidak heran korban yang mengidap virus HIV dan AIDS cukup besar di Papua.

Tidak banyak yang memikirkan hal ini hingga seseorang bernama Daniel, pria asal Surabaya, Jawa Timur, menginjakkkan kakinya ke Tanah Papua. Selama 20 tahun memberikan hidupnya untuk Papua, bukan waktu yang pendek dan bukan tanpa pengorbanan. Malaria, bahkan penyakit lain yang hampir merenggut nyawanya sudah dialami. Pengorbanan yang totalitas, karena istrinya yang nyaman tinggal di Kanada juga diboyong ke Papua.

Kini, salah satu daerah di Papua yang cukup terpencil bernama Sugapa sudah berubah. Sekolah kini sudah berdiri. Mereka pun sudah mengenal cara hidup sehat, bahkan sebagian besar sudah memakai baju. Bagi warga Sugapa, Daniel bukan hanya seperti pengunjung atau tamu. Daniel bagai pahlawan yang membuka mata orang Papua.

Waktu 20 tahun perjuangan hingga kini belum berhenti, karena mimpi memajukan Papua masih menjadi perjalanan panjang. Namun, setidaknya warga sudah bisa merasakan sebuah perubahan, meski tidak disadari mereka sebenarnya bisa lebih makmur karena tidur dalam tumpukan emas.

Harapannya, kelak putra daerah dapat membangun dan mengelola kekayaan tanah kelahiran mereka. Sebuah kepercayaan yang tak pernah hilang dan langkah ini tak akan pernah berakhir. Karena, Daniel sadar, sebuah peradaban baru dimulai dari langkah kecil.(ADO)

Sumber: http://berita.liputan6.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6252