Prokontra Satgas Antipornografi
Tanggal: Tuesday, 20 March 2012
Topik: Narkoba


Media Indonesia, 19 Maret 2012

SATUAN Tugas Antipornografi yang baru-baru ini dibentuk oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sempat menuai kritik pedas dari berbagai kalangan masyarakat. Satgas yang notabene dimaksudkan untuk memberantas aksi pornografi guna memperbaiki moral bangsa itu dinilai hanya suatu tindakan “kurang kerjaan” semata.

Namun mengingat prestasi Indonesia sebagai negara pengakses dan pengunduh situs porno nomor satu di dunia, perlu adanya instansi yang mengurusi hal-hal yang seperti ini.

Data Komisi Nasional Perlindungan Anak 2008 menunjukkan, dari 4.726 responden siswa SMP dan SMA di 17 kota besar, 97 persen siswa SMP dan SMA itu sudah pernah menonton film porno, serta 93,7 persen pernah melakukan ciuman, meraba kemaluan, ataupun melakukan seks oral. Yang memprihatikan, sebanyak 62,7 persen remaja SMP sudah tidak perawan, dan 21,2 persen remaja mengaku pernah aborsi.

Terlebih lagi, pergaulan bebas di kalangan remaja ini ditengarai sebagai salah satu penyebab tingginya angka HIV/AIDS. Legislator Fraksi Partai Keadilan Sejahtera menyarankan, Satgas dapat bersinergi juga dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) di lapangan, untuk memaksimalkan penyiapan remaja pranikah dan memastikan pendidikan kesehatan reproduksi untuk remaja. Baru-baru ini saja, di Parung, Bogor, polisi berhasil menggerebek pembuatan film porno.

Kalau sudah begini mana bisa lagi masalah pornografi diremehkan sebelah mata? Presiden SBY sudah sepatutnya diacungi jempol karena memperhatikan hal-hal demikian, meski beberapa oknum menganggap hal ini hanya pemborosan semata atau isu pengalihan dari rencana penaikan harga BBM.

Diharapkan ke depannya satgas antipornografi dapat menunujukkan hasil nyata dan mengurangi angka pergaulan bebas serta menekan angka pengakses situs porno.

Meskipun banyak yang menganggap bahwa pembentukan Satgas Antipornografi adalah pemborosan semata, Menteri Pemberdayaan Aparatur dan Reformasi Birokrasi Azwar Abubakar mendukung pembentukan instansi ini. Menurutnya, Satgas ini tidak akan membebani anggaran negara.

Pembentukan Gugus Tugas ini juga merupakan perhatian serius dari pemerintah terhadap bahaya pornografi, mengingat dampak dari pornorafi telah merusak moral bangsa yang diakui sebagai bangsa timur yang menjunjung tinggi nilai dan moral terhadap masalah seperti ini.

Akan lebih baik bila masyarakat mendukung dan berpikir positifnya dari pembentukan Satgas Antipornografi.

Sumber: http://www.mediaindonesia.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6261