Kegiatan FGD Hasilkan 5 Rekomendasi
Tanggal: Tuesday, 20 March 2012
Topik: Narkoba


Jambi Ekspres, 20 Maret 2012

JAMBI - Guna mencari solusi untuk mencegah dan mengatasi penyalahgunaan narkoba dan HIV/AIDS, khususnya di Provinsi Jambi, Polda Jambi melalui Direktorat Binmas Polda Jambi, kemarin (19/3) menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) membahasan masalah narkoba dan HIV/AIDS, yang bertempat di kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jambi.

Berbagai pihak terkait diundang dalam kegiatan kemarin, seperti dari Lembaga Adat Melayu Jambi, pengadilan dan kejaksaan, MUI, TNI, Kwarda Pramuka Jambi, dan pihak pemerintahan, dan sejumlah ormas dan LSM. Hadir sebagai pembicara dalam kegiatan kemarin, adalah kepala Badan Narkotika Provinsi Jambi, Kombes Pol M. Yamin.

Dalam kegiatan FGD kemarin, terungkap bahwa jumlah penyalahgunaan narkoba di Indonesia, dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Bahkan dari hasil penelitian yang dilakukan BNN dan Universitas Indonesia (UI), Provinsi Jambi menduduki peringkat ke enam sebagai pengguna narkoba.

“Masalah narkoba dan HIV/AIDS ini adalah masalah sosial, dan ancaman untuk Provinsi Jambi sendiri. Permasalahan ini juga akan berpengaruh terhadap SDM (Sumber Daya Manusia) Jambi dalam beberapa tahun kedepan,” ungkap Haru, salah seorang peserta dari JOTI.

“Berdasarkan data yang ada, hingga Desember 2011, tercatat 578 kasus HIV/AIDS di Provinsi Jambi, dan Jambi sendiri menduduki peringkat 17 nasional,” sambung Sumi, dari LSM Sikok.

Berbagai macam tanggapan bermunculan dalam kegiatan FGD kemarin. Salah satunya adalah dari Muchtar Agus Cholik, SH, mantan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jambi yang kemarin juga hadir. “Dalam hal ini, saya memandang perlu untuk diterapkannya hukum adat, terutama dalam hal pergaulan remaja,” kata Muchtar.

Dalam kegiatan FGD kemarin juga disepakati lima rekomendasi, yang nantinya akan disampaikan kepada Gubernur Jambi, Kapolda Jambi, dan Danrem. Lima rekomendasi tersebut yakni, melakukan sosialisasi Impres Nomor 12 tahun 2011 dan Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2012. Kemudian membentuk kelompok kerja, yang akan melakukan pengawasan dan evaluasi, terhadap usaha-usaha preventif nyata yang telah dilaksanakan.

Kemudian, mendorong pemerintah daerah untuk segera mewujudkan rumah pengobatan maupun rehabilitasi narkoba dan HIV/AIDS, serta mengoptimalkan wajib lapor pada lima tempat yang telah ditunjuk, yakni RSUD Raden Mattaher Jambi, RS Abdul Manap, RS Hanafie Muara Bungo, RSJ Jambi, dan Puskesmas Tanjung Pinang. Terakhir, mensosilaisasikan hikum adat sebagai pagar untuk mencegah penyebaran narkoba dan HIV/AIDS.

Sementara itu Kapolda Jambi Brigjen Pol Anang Iskandar, dalam sambutannya yang dibacakan Wadir Binmas, AKBP Firdaus, mengharapkan melalui kegiatan FGD kemarin, permasalahan penyalahgunaan narkoba di Provinsi Jambi sedikit banyak dapat diminimalisir.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jambi, Didi Wurjanto, mengatakan pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba maupun HIV/AIDS, perlu tindakan khusus. Tidak bisa hanya diserahkan kepada pihak kepolisian, melainkan juga harus melibatkan semua pihak.

(ial/adv)

Sumber: http://www.jambiekspres.co.id




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6263