Empat Kabupaten di NTT Tidak Punya KPAD
Tanggal: Wednesday, 21 March 2012
Topik: Narkoba


KOMPAS.com, 20 Maret 2012

KUPANG -- Empat kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT), yakni Manggarai Timur, Sumba Tengah, Rote Ndao, dan Sabu Raijua, tidak memiliki Kantor Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Daerah (KPAD).

"Mereka juga tidak pernah melaporkan kasus HIV/AIDS di daerah itu. Padahal, daerah itu juga sudah terinveksi HIV dan beberapa warga sudah masuk kategori AIDS. Pemkab setempat bersikap diam dan masa bodoh terhadap pandemi HIV/AIDS di daerah itu," kata Ketua KPAD NTT Esthon Foenay dalam rapat forum penanggulangan HIV/AIDS di ruang kerja Wakil Gubernur NTT di Kupang, Selasa (20/3/2012).

Ia menyebutkan, sampai Februari 2012 terdapat 1.495 kasus HIV/AIDS. Dari data itu, 600 kasus HIV, 492 kasus AIDS, dan 403 pengidap meninggal dunia.

"Masih banyak Pemkab yang tidak peduli terhadap masalah HIV/AIDS ini. Ini bukan masalah lokal, kabupaten, provinsi, atau nasional tetapi masalah internasional, karena itu butuh perhatian serius dari semua pihak," tutur Foenay.

Menurut dia, perlu antisipasi dan deteksi dini terhadap kasus HIV/AIDS. Para ketua RT/RW di desa-desa harus sesegera mungkin diberi pelatihan dan pemahaman mengenai virus itu sehingga dapat menjelaskan kepada masyarakat di wilayahnya.

"Sampai hari ini masih banyak, bahkan sebagian besar warga tidak paham mengenai penyebaran HIV/AIDS ini. Kondisi ini sangat berbahaya terkait menyebaran virus tersebut," katanya.

Sekretaris KPAD NTT dr Pankras Husen mengatakan, NTT berbatasan dengan negara Timor Leste dan Australia. Provinsi ini juga sering menjadi daerah singgahan para imigran gelap, sebelum menyeberang ke Australia.

"Rote Ndao terdapat banyak warga asing baik turis asing di Nemeberala maupun warga Timur Tengah yang sering terdampar di daerah itu. Sangat disayangkan, kabupaten itu belum memiliki lembaga KPAD," katanya.

Sumber: http://regional.kompas.com




[ Home | Indeks Kliping ]

Berita ini dari Komunitas AIDS Indonesia - Indonesian AIDS Community
http://www.aids-ina.org
URL berita ini adalah:
http://www.aids-ina.org/modules.php?name=News&file=article&sid=6265